Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi memulai tahapan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 melalui acara Kick Off Publisitas yang digelar di Kantor Pusat BPS, Jakarta, pada Rabu, 25 Februari 2026. Sensus kali ini menargetkan cakupan yang lebih luas, termasuk aktivitas ekonomi digital dan ekonomi bawah tanah yang selama ini belum terdata secara komprehensif.
Perluasan Cakupan Sensus Ekonomi 2026
Sekretaris Utama BPS, Zulkipli, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dirancang untuk menangkap dinamika ekonomi yang berkembang pesat, terutama di sektor digital. “Perdagangan secara online itu kan banyak tidak terlacak, ini nanti kita akan mencoba melacaknya. Kemudian industri digital, YouTuber, kemudian di rumah-rumah banyak itu yang terhubung dengan aktivitas ekonomi. Perubahan-perubahan ini penting untuk kita ketahui,” ujar Zulkipli.
Ia menyoroti bahwa Sensus Ekonomi 2016 belum banyak mencatat aktivitas ekonomi daring yang tumbuh signifikan pascapandemi COVID-19. Pencatatan aktivitas ekonomi terbaru ini krusial untuk memberikan gambaran utuh bagi perumusan kebijakan ekonomi nasional sepuluh tahun ke depan.
Tantangan dan Transformasi Ekonomi Nasional
Selain ekonomi digital, BPS juga akan memetakan aktivitas ekonomi informal dan underground economy. Zulkipli menilai pergeseran struktur dan perilaku ekonomi menjadi tantangan utama dalam pendataan.
Fenomena banyaknya pusat perbelanjaan dan ruko kosong, sementara mobilitas masyarakat dan perputaran ekonomi tetap tinggi, menjadi indikator penting. Kondisi ini, menurutnya, sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan industri digital yang masif.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Tujuan Utama Sensus
Acara kick off publisitas ini dihadiri oleh perwakilan kehumasan kementerian dan lembaga, asosiasi pelaku usaha, serta media massa. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi dan mendorong partisipasi aktif dari seluruh pelaku usaha.
Zulkipli menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penyediaan data ekonomi yang akurat dan komprehensif. Data ini diharapkan mampu menjawab tantangan transformasi ekonomi nasional.
Sensus ini mencakup seluruh kegiatan ekonomi, kecuali kategori A (Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan), kategori P (Administrasi Pemerintahan), serta kategori U (Kegiatan Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya). Selain memotret karakteristik usaha, Sensus Ekonomi 2026 juga memperluas cakupan pada ekonomi digital, ekonomi lingkungan, dan ekonomi kreatif.
BPS mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif melalui media massa, media sosial, platform digital, serta jejaring komunitas dan asosiasi usaha demi mendukung partisipasi dalam sensus ini.
Informasi lengkap mengenai Sensus Ekonomi 2026 disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.
