Finansial

BPS Rilis Data Inflasi Februari 2026: Ekonom Ungkap Tekanan Harga Pangan Jelang Ramadhan

Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan data ekonomi nasional untuk periode Februari 2026 pada hari ini, Senin (2/3/2026), pukul 11.00 WIB. Pengumuman ini dinanti untuk melihat gambaran inflasi terkini, yang menurut perkiraan ekonom makroekonomi dan pasar keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, akan tetap terkendali.

Proyeksi Inflasi Bulanan dan Tahunan

Teuku Riefky memproyeksikan inflasi bulanan (month to month/mtm) Februari 2026 akan berada di kisaran 0,1 persen hingga 0,2 persen. Menurutnya, tekanan inflasi ini utamanya dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan.

“Secara bulanan (mtm) inflasi relatif manageable di kisaran 0,1–0,2 persen. Tekanan inflasi ini lebih dipicu oleh harga bahan pangan seperti daging dan telur ayam menyusul masuknya bulan Ramadhan,” ujar Riefky kepada Kompas.com pada Senin.

Riefky menambahkan bahwa kenaikan harga pangan menjelang Ramadhan merupakan pola musiman yang terjadi setiap tahun seiring peningkatan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Meskipun demikian, tekanan harga dinilai tetap moderat dan stabilitas harga secara umum masih terjaga.

Untuk inflasi tahunan (year on year/yoy), Riefky memperkirakan angkanya akan berada di kisaran 4 persen hingga 4,3 persen. Angka ini lebih tinggi secara statistik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Prediksinya inflasi secara yoy akan berada di kisaran 4–4,3 persen. Ini lebih dikarenakan low-base effect tahun lalu akibat diskon tarif listrik secara masif,” kata dia.

Advertisement

Diskon tarif listrik yang berlaku pada periode yang sama tahun lalu menekan inflasi cukup dalam. Dengan tidak berlakunya kebijakan tersebut, angka inflasi tahunan secara statistik terlihat lebih tinggi.

Faktor Penentu Stabilitas Ekonomi

Kondisi inflasi yang terjaga ini memberikan ruang bagi stabilitas ekonomi domestik. Namun, risiko eksternal seperti volatilitas harga komoditas global dan ketidakpastian geopolitik tetap menjadi perhatian serius.

Perkembangan harga pangan serta kebijakan pemerintah dalam menjaga pasokan akan menjadi faktor penentu utama dalam beberapa bulan ke depan, terutama mengingat periode Ramadhan dan Idulfitri yang biasanya diikuti oleh peningkatan konsumsi masyarakat.

Informasi lengkap mengenai data inflasi Februari 2026 disampaikan melalui pengumuman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin, 2 Maret 2026.

Advertisement