Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan peningkatan signifikan pada produksi Gabah Kering Giling (GKG) di awal tahun 2026. Tercatat, produksi GKG pada Januari 2026 melonjak 38,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya luasan lahan panen.
Data Produksi Gabah dan Potensi Penurunan Beras
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kenaikan produksi GKG pada Januari 2026 mengikuti pertambahan luasan lahan panen. Luas lahan panen meningkat dari 0,42 juta hektar menjadi 0,57 juta hektar pada bulan tersebut.
Meskipun demikian, BPS juga melaporkan adanya potensi penurunan luasan lahan panen padi untuk tiga bulan ke depan, yakni periode Februari hingga April 2026. “Angka potensi luas panen dapat berubah sesuai kondisi terkini hasil amatan lapangan seperti serangan hama, banjir, kekeringan, waktu realisasi panen, dan lain sebagainya,” ujar Ateng dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan perhitungan BPS, luas panen padi diproyeksikan berkurang 0,16 juta hektar menjadi 3,92 juta hektar selama periode Februari sampai April 2026. Angka ini menunjukkan penurunan 3,87 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Potensi penurunan luasan lahan panen tersebut diperkirakan akan diikuti oleh penurunan volume produksi GKG. BPS memprediksi produksi GKG akan menjadi 21,24 juta ton, turun 4,04 persen dibandingkan tahun 2025. Selain GKG, produksi beras untuk periode Februari-April 2026 juga diprediksi berkurang 4,02 persen dibanding tahun lalu, mencapai 12,23 juta ton.
Kenaikan Produksi Jagung dan Optimisme Kementan
Di sisi lain, BPS mencatat tren positif pada komoditas jagung. Luas lahan panen jagung pada Januari 2026 terpantau naik 11,17 persen dengan angka 0,24 juta hektar dibandingkan Januari 2025. Kenaikan luas panen ini juga diikuti peningkatan produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen).
BPS mencatat, produksi JPK KA 14 persen pada Januari 2026 mencapai 1,38 juta ton, naik 11,09 persen dibandingkan Januari 2025.
Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog saat ini mencapai 3,5 juta ton. Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi beras akan terus naik 15 persen selama bulan Maret.
Jika tren positif ini konsisten hingga akhir bulan, pemerintah memperkirakan stok CBP dapat mencapai 6 juta ton. “Ini belum pernah terjadi selama kita merdeka, kalau konsisten hingga akhir tahun, potensi surplus diperkirakan bisa mencapai sekitar 9 juta ton,” tutur Amran pada Senin.
Informasi lengkap mengenai data produksi gabah dan jagung disampaikan melalui pernyataan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin, 02 Maret 2026, sementara data stok beras diungkap oleh Kementerian Pertanian.
