Brasil harus puas bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, Minggu (14/6/2026) pagi WIB. Selecao sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Ismael Saibari sebelum menyamakan kedudukan melalui Vinicius Junior.
Hasil ini membuat Brasil belum menunjukkan performa sebagai salah satu tim yang dijagokan menjuarai turnamen. Meski lebih banyak menguasai bola, Brasil tidak benar-benar mampu mengendalikan pertandingan sepanjang laga.
Maroko Solid, Brasil Kesulitan di Lini Tengah
Maroko tampil solid dan relatif nyaman menghadapi permainan Brasil. Di lini tengah, gelandang muda Ayyoub Bouaddi tampil dominan dengan dukungan Neil El Aynaoui.
Brasil yang menurunkan Casemiro dan Bruno Guimaraes justru kesulitan menggenggam pertandingan dari sektor tersebut. Keduanya dinilai tidak cukup trengginas, sekaligus menegaskan persoalan yang sudah diperkirakan muncul, yakni minimnya opsi andal Brasil di lini tengah.
Vinicius Selamatkan Brasil
Di tengah permainan yang belum meyakinkan, aksi individu Vinicius Junior menjadi penyelamat Brasil. Winger Real Madrid itu mencetak gol penyeimbang setelah Brasil tertinggal akibat gol Saibari.
Vinicius juga mengakui Brasil tampil buruk pada pertandingan pertama mereka. Menurut dia, timnya belum menemukan ritme dan masih kesulitan menunjukkan pola permainan yang diinginkan.
Pernyataan Vinicius Junior
“Saya rasa kami memulai dengan sangat buruk di babak pertama. Situasi jadi lebih sulit karena kami kebobolan. Menemukan ritme permainan di laga pertama itu selalu sulit,” ungkap Vinicius di situs FIFA.
“Kami perlu lebih banyak memegang bola, menjaga penguasaan, dan mengalirkan bola dari sisi ke sisi. Lawan-lawan akan berusaha bertahan dan mengincar kami dari serangan balik.”
“Tidak banyak yang bisa diungkapkan. kami cuma harus bekerja lagi karena laga berikutnya sudah dekat. Tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia. Kami perlu berbenah dan berkembang untuk memenangi kompetisi ini.”
Brasil Belum Meyakinkan
Laga melawan Maroko memperlihatkan bahwa penguasaan bola Brasil belum otomatis membuat mereka dominan. Selecao masih harus membenahi ritme permainan, sirkulasi bola, dan respons saat menghadapi lawan yang bertahan rapat lalu menyerang balik.
Dengan pertandingan berikutnya yang sudah dekat, Brasil dituntut segera memperbaiki performa jika ingin menjaga peluang melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
