Finansial

BRI Catat Laba Bersih Rp 57,13 Triliun di 2025, Perbaikan Fundamental Dorong Kinerja Positif

Advertisement

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan laba bersih sebesar Rp 57,13 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan penurunan 5,79 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp 60,64 triliun. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan perolehan laba bersih ini didorong oleh perbaikan fundamental kinerja perseroan.

Perbaikan Fundamental Dorong Kinerja

Hery Gunardi menjelaskan bahwa perbaikan fundamental kinerja BRI tercermin dari pertumbuhan aset dan kredit yang solid. Selain itu, struktur pendanaan perseroan juga semakin efisien, serta kualitas aset yang membaik. “Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Kuartal IV 2025, BRI berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp 57,132 triliun,” ujar Hery saat konferensi pers pada Kamis (26/2/2026).

Dia memaparkan, total aset BRI tumbuh 7,1 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 2.135 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami peningkatan 7,4 persen (yoy) menjadi Rp 1.467 triliun, yang didorong oleh penguatan dana murah atau current account saving account (CASA).

Meningkatnya porsi dana murah tersebut berdampak pada penurunan biaya dana (cost of fund) perseroan. Hingga akhir 2025, cost of fund BRI tercatat sebesar 2,9 persen, membaik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3,1 persen.

Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI tumbuh 12,3 persen (yoy) menjadi Rp 1.521 triliun. Pertumbuhan ini memiliki fokus utama pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional yang sebesar 9,6 persen sepanjang 2025.

“Pertumbuhan kredit BRI yang mencapai double digit tersebut mampu diimbangi dengan penyaluran yang lebih prudent dan tumbuh secara sehat,” ucap Hery Gunardi.

Advertisement

Kualitas kredit BRI juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) terjaga di level 3,07 persen. Sementara itu, loan at risk (LAR) berhasil ditekan dari 10,7 persen pada akhir 2024 menjadi 9,6 persen pada akhir 2025.

Kontribusi Anak Usaha BRI Group

Pada kesempatan yang sama, Direktur Network dan Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menambahkan bahwa laba bersih konsolidasi tersebut dikontribusikan oleh 10 anak usaha BRI Group. Tercatat sepanjang 2025, laba bersih anak usaha BRI sebesar Rp 10,37 triliun atau meningkat 16,1 persen (yoy).

Total aset anak usaha BRI juga tumbuh 23,4 persen (yoy) menjadi Rp 267 triliun. “Perusahaan anak BRI Group berhasil memberikan kontribusi laba sebesar 18,2 persen dari total laba konsolidasi BRI,” kata Rudianto.

Adapun anak usaha yang memberikan kontribusi terbesar ke laba bersih BRI Grup 2025 ialah PT Pegadaian sebesar 80,4 persen, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar 9,8 persen, dan PT BRI Life sebesar 9,2 persen.

Informasi lengkap mengenai kinerja keuangan BRI ini disampaikan melalui pernyataan resmi perseroan yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.

Advertisement