Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel, bursa kripto yang beroperasi 24 jam sehari mendadak menjadi sorotan pasar global. Platform ini ramai digunakan untuk memperdagangkan komoditas dan aset tradisional sebagai sarana lindung nilai ketika pasar konvensional tutup, memberikan gambaran awal pergerakan harga minyak dan emas.
Latar Belakang Ketegangan Timur Tengah
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target penting di Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal ke beberapa lokasi di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Ancaman serangan lanjutan terhadap pangkalan di Irak yang terkait dengan pasukan AS juga dilontarkan. Presiden Donald Trump bahkan menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintahnya, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas.
Bursa Kripto Jadi Rujukan Harga Komoditas
Mengutip Bloomberg pada Minggu (1/3/2026), platform bursa kripto seperti Hyperliquid menjadi pusat perdagangan instrumen perpetual swap futures atau kontrak berjangka tanpa tanggal jatuh tempo. Instrumen ini memungkinkan trader memegang posisi leverage secara terus-menerus tanpa menunggu proses kliring pasar tradisional.
Popularitas perdagangan “perps” untuk komoditas dan aset non-kripto meningkat tajam, terutama saat terjadi gejolak geopolitik. Bursa kripto kerap menjadi indikator awal sentimen pasar global karena aset digital diperdagangkan sepanjang waktu.
Pergerakan Harga Minyak, Emas, dan Perak
Di bursa kripto Hyperliquid, kontrak minyak melonjak sekitar 5 persen, mencapai level 70,6 dollar AS per barel. Sementara itu, kontrak emas dan perak masing-masing naik sekitar 1,3 persen dan 2 persen.
Emas berada di posisi 5.323 dollar AS dan perak di 94,9 dollar AS per troy ounce. Pergerakan ini memberikan indikasi bagaimana pasar komoditas akan merespons saat perdagangan utama kembali dibuka pada Senin.
Perak memimpin aktivitas perdagangan perpetual komoditas di Hyperliquid, dengan volume transaksi lebih dari 227 juta dollar AS dalam 24 jam terakhir. Kontrak emas mencatatkan nilai transaksi sekitar 173 juta dollar AS.
Bitcoin dan Indeks Saham Turut Bereaksi
Bitcoin berbalik dari pelemahan sebelumnya dan naik hingga 2,3 persen, mencapai sekitar 67.000 dollar AS pada perdagangan Sabtu sore waktu New York. Ether juga sempat menguat 2,4 persen ke level 1.968 dollar AS.
Di sisi lain, indeks saham AS berbasis ekuitas yang tersedia di platform tersebut terkoreksi antara 0,4 persen hingga 0,75 persen.
Pandangan Pakar dan Implikasi Masa Depan
Kepala perdagangan over-the-counter Wintermute, Jake Ostrovskis, menyatakan bahwa Bitcoin menjadi aset paling likuid saat ketegangan Timur Tengah meningkat karena diperdagangkan tanpa henti. Ia menilai mekanisme penemuan harga sepanjang waktu merupakan peningkatan struktural bagi efisiensi pasar global.
“Ini akhir pekan lagi di mana harga-harga di pasar global terus bergerak 24 jam tanpa henti lewat berbagai kontrak perpetual di Hyperliquid, dan mudah-mudahan ini jadi tanda perubahan besar dalam cara pasar keuangan dunia bekerja,” ujar Ostrovskis.
Bagi pelaku industri kripto, peristiwa akhir pekan ini memperkuat keyakinan bahwa perdagangan 24 jam untuk berbagai kelas aset akan menjadi norma di masa depan. Pergeseran dari bursa tradisional ke sistem berbasis blockchain dinilai bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.
Tokenisasi Aset dan Pergeseran Lanskap Pasar
Lembaga keuangan besar dan perusahaan fintech terus mempercepat proses tokenisasi, yaitu pencatatan aset tradisional seperti saham dan obligasi di blockchain. Langkah ini berpotensi membuka jalan bagi perdagangan lintas waktu tanpa batas jam operasional.
Transformasi ini diperkirakan akan mengubah lanskap pasar global secara fundamental, meskipun kesiapan infrastruktur untuk skala institusional masih menjadi pertanyaan.
Informasi lengkap mengenai peran bursa kripto dalam pergerakan harga komoditas di tengah ketegangan geopolitik ini disampaikan melalui laporan Bloomberg yang dirilis pada Minggu, 01 Maret 2026.
