Candra Wijaya menegaskan komitmennya menjaga regenerasi sektor ganda bulutangkis Indonesia melalui 14th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 yang digelar pekan ini di Tangerang Selatan. Peraih emas Olimpiade Sydney 2000 itu menilai nomor ganda tetap menjadi sektor penting yang perlu terus dibina agar Indonesia kembali melahirkan pemain-pemain berkualitas.
Sektor ganda selama ini menjadi salah satu tulang punggung prestasi bulutangkis Indonesia. Setelah Ricky Subagja/Rexy Mainaky meraih emas Olimpiade Atlanta 1996 dan Candra Wijaya/Tony Gunawan naik ke podium tertinggi di Sydney 2000, prestasi ganda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dinilai masih naik-turun.
Turnamen untuk pembinaan dan pengalaman bertanding
Melalui kejuaraan tahunan ini, Candra ingin membuka ruang pembinaan bagi pemain muda, terutama di nomor ganda. Turnamen tersebut memberi kesempatan kepada atlet untuk menambah pengalaman bertanding, meningkatkan kualitas permainan, dan mengasah mental kompetitif sejak usia dini.
Menurut Candra, ajang ini tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata bagi perkembangan bulutangkis nasional, khususnya di sektor ganda.
“Saya menggelar ajang ini dengan tujuan untuk semakin mempopulerkan nomor ganda. Selain itu juga untuk ikut membantu PP PBSI dengan melakukan pembinaan. Lewat kejuaraan ini pula saya ingin ikut memberikan sumbangsih demi menjaga supremasi bulutangkis sektor ganda Indonesia yang telah melahirkan banyak pemain legendaris di kancah bulu tangkis dunia,” kata Candra saat acara pembukaan turnamen, Rabu (10/6/2026) siang WIB.
Nomor yang dipertandingkan dan total hadiah
Kejuaraan ini mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk kelompok umur U-15, U-17, dan U-19. Sementara itu, pada kategori dewasa, nomor yang diperlombakan adalah ganda putra dan ganda campuran.
Selain memperebutkan trofi dengan desain eksklusif, peserta juga berkesempatan meraih total hadiah sebesar Rp 250 juta. Candra berharap penghargaan dan hadiah yang disediakan dapat menjadi pemicu tambahan bagi para atlet untuk menampilkan permainan terbaik.
“Dengan trofi dan hadiah kepada para pemain, saya ingin mereka dapat termotivasi untuk memberikan penampilan serta prestasi terbaik. Harapannya dari kejuaraan ini bakal muncul atlet-atlet ganda masa depan yang memiliki daya juang, semangat bertanding serta berintegritas,” ungkap Candra.
Dukungan Christian Hadinata
Dukungan terhadap turnamen ini juga datang dari legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata. Ia menilai kejuaraan yang berfokus pada nomor ganda sangat penting untuk memperluas basis pembinaan dan menjaring talenta potensial yang bisa memperkuat Indonesia di level internasional.
“Saya berharap dari turnamen ini akan muncul sumber daya atlet yang bagus dan teruji secara perfoma dan mental bertandingnya. Memang tidak mudah menemukan pemain bagus dan perlu waktu, tetapi bila sudah menemukannya saya rasa tidak perlu waktu lama untuk bisa melesat menjadi pemain nomor ganda berkualitas seperti Candra Wijaya, Ricky Soebagdja, Tony Gunawan, Bambang Supriyanto, dan Eddy Hartono,” papar Christian.
Penghargaan untuk Bambang Supriyanto
Dalam kesempatan yang sama, Candra Wijaya International Badminton Center memberikan Penghargaan Pemain Ganda Legenda Terbaik 2026 kepada Bambang Supriyanto. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam melahirkan sejumlah pemain ganda berkualitas, baik saat masih aktif sebagai atlet maupun ketika menjadi pelatih.
Bambang, yang kini menjadi pelatih di klub Jaya Raya Jakarta, menyambut penghargaan tersebut dengan rasa bangga. Ia menyebut apresiasi itu sebagai motivasi untuk terus memberi kontribusi lebih besar bagi bulutangkis, khususnya nomor ganda.
“Penghargaan ini sangat luar biasa bagi saya. Sebuah apresiasi terbaik yang diberikan Candra. Saya bangga dan sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Semoga penghargaan ini memberikan motivasi bagi saya untuk berkontribusi lebih maksimal kepada olahraga bulutangkis, khususnya di nomor ganda,” ungkap Bambang.
“Terima kasih pula untuk Koh Chris yang menemukan talenta saya untuk bermain di nomor ganda. Tanpa dia, saya tidak akan ada di kancah bulutangkis Indonesia,” imbuh Bambang.
Penyelenggaraan 14th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan sektor ganda Indonesia, di tengah harapan publik agar nomor ini kembali konsisten berprestasi di level tertinggi.
