Sepak Bola

CAS Perbarui Sanksi Skandal Naturalisasi Malaysia: Pemain Boleh Latihan, FAM Tetap Bayar Denda Rp 7,6 Miliar

Advertisement

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi menanggapi putusan terbaru dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terkait skandal naturalisasi yang melibatkan tujuh pemain Timnas Malaysia. Meskipun CAS memberikan keringanan sanksi bagi para pemain, FAM menilai hukuman yang dijatuhkan masih belum sepenuhnya adil, sementara denda miliaran rupiah tetap harus ditanggung federasi.

CAS Ubah Durasi Sanksi Pemain

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) telah mengubah durasi hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia. Jika sebelumnya para pemain dilarang dari seluruh aktivitas sepak bola, kini mereka hanya dilarang tampil dalam pertandingan resmi selama 12 bulan, memungkinkan mereka untuk tetap berlatih bersama klub masing-masing.

Panel hakim CAS menyatakan bahwa bukti pemalsuan dokumen agar para pemain bisa membela tim nasional saat melawan Vietnam tahun lalu memang terbukti. “Setelah mempertimbangkan bukti yang ada, panel CAS menemukan bahwa pelanggaran berupa pemalsuan dokumen kelayakan memang terbukti dan larangan bermain selama 12 bulan merupakan sanksi yang wajar serta proporsional bagi para pemain, mengingat keterlibatan mereka dalam tindakan tersebut,” demikian bunyi pernyataan CAS.

CAS juga merinci batasan hukuman tersebut. “Namun, sesuai dengan Pasal 22 FDC, panel memutuskan bahwa larangan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi dan bukan untuk seluruh aktivitas terkait sepak bola. Artinya, para pemain tetap dapat kembali berlatih bersama klub masing-masing selama masa sanksi berlangsung,” lanjutnya.

Daftar Pemain yang Terjerat Sanksi

Kasus ini menarik perhatian dunia sepak bola karena menyeret nama-nama pemain yang berkarier di kompetisi papan atas. Di antaranya adalah Facundo Garces dari Deportivo Alaves (LaLiga), Gabriel Arrocha dari Unionistas de Salamanca, Rodrigo Holgado dari America de Cali, serta Imanol Machuca dari Velez Sarsfield.

Advertisement

Tiga pemain dari klub raksasa lokal, Johor Darul Ta’zim, yakni Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel, juga tak luput dari sanksi ini. Hukuman ini menjadi pukulan telak bagi komposisi skuad nasional maupun klub yang menaungi mereka.

Denda Miliaran Rupiah Tetap Berlaku untuk FAM

Meski para pemain mendapatkan kelonggaran untuk tetap berlatih, nasib berbeda dialami oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). CAS memutuskan untuk tidak mengubah denda yang dijatuhkan FIFA sebesar 350.000 franc Swiss, atau setara dengan Rp 7,61 miliar, yang harus tetap ditanggung oleh pihak federasi.

FAM menegaskan bahwa ketujuh pemain tersebut adalah warga negara yang sah menurut hukum nasional. Melalui pernyataan resminya, FAM menutup dengan harapan agar kasus ini menjadi pembelajaran administratif bagi semua pihak terkait.

Informasi lengkap mengenai putusan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan tanggapan dari Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang dirilis baru-baru ini.

Advertisement