Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) secara resmi menolak banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait sanksi naturalisasi ilegal. Keputusan ini berimbas langsung pada salah satu pemain Deportivo Alaves, Facundo Garces, serta enam pemain Timnas Malaysia lainnya yang kini dipastikan dilarang bermain selama 12 bulan.
Latar Belakang Kasus Naturalisasi Ilegal
Sebelumnya, FIFA telah menjatuhkan hukuman kepada tujuh pemain tersebut setelah investigasi menemukan adanya pemalsuan dokumen asal-usul untuk memenuhi syarat membela Timnas Malaysia. FIFA juga menilai FAM telah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA karena menurunkan pemain yang tidak memenuhi syarat.
FAM sempat mengajukan banding kepada FIFA, namun permohonan tersebut ditolak. Sebagai upaya terakhir, Federasi Malaysia membawa perkara ini ke CAS, tetapi hasilnya tetap tidak berubah.
Putusan Final CAS: Skorsing dan Denda Tetap Berlaku
Meskipun CAS sempat memberikan izin bermain sementara hingga putusan akhir diterbitkan, dengan keluarnya keputusan ini, ketujuh pemain tersebut dipastikan dikenakan sanksi larangan bermain selama 12 bulan.
“Setelah mempertimbangkan bukti-bukti, Panel CAS menemukan bahwa pelanggaran pemalsuan dokumen kelayakan telah terbukti. Bahwa larangan bermain selama 12 bulan merupakan sanksi yang wajar dan seimbang bagi para pemain, mengingat tanggung jawab mereka dalam penipuan ini,” tulis keputusan CAS.
Meski demikian, para pemain tetap diizinkan berlatih bersama klub masing-masing selama masa hukuman berjalan.
“Namun, sesuai dengan Pasal 22 FDC, Panel memutuskan bahwa larangan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan dan tidak untuk semua aktivitas terkait sepak bola. Artinya, para pemain dapat melanjutkan latihan dengan klub masing-masing selama masa larangan. Akibatnya, banding yang diajukan oleh para pemain sebagian dikabulkan dan sanksi-sanksi tersebut sebagian diubah,” tutup CAS.
Hukuman bagi FAM juga tetap berlaku berupa denda senilai CHF 350 ribu, atau setara dengan Rp7,5 miliar.
“Panel CAS menilai bahwa denda sebesar CHF 350.000 yang dikenakan kepada FAM adalah wajar dan proporsional,” lanjut pernyataan tersebut.
Sikap Resmi Deportivo Alaves Terhadap Sanksi Facundo Garces
Deportivo Alaves melalui rilis resminya menyatakan menerima putusan dari CAS terhadap sanksi yang diberikan kepada Facundo Garces. Larangan bermain Facundo Garces telah dijalani sejak sanksi ini diterbitkan, atau mulai 5 Maret 2026.
“Berdasarkan keputusan yang diumumkan, pemain tersebut dilarang bermain dalam pertandingan resmi selama dua belas bulan, dengan waktu yang telah dijalani dihitung sebagai bagian dari sanksi ini. Oleh karena itu, larangan bermain dalam pertandingan dimulai hari ini, 5 Maret 2026, dan mencakup periode antara 25 September 2025 dan 26 Januari 2026, di mana sanksi tersebut telah dijalani secara efektif,” tulis pernyataan resmi Alaves dikutip dari situs resmi klub.
Alaves juga memastikan bahwa Facundo Garces tetap diizinkan berlatih di klub selama menjalani masa hukuman.
“Sanksi hanya berlaku untuk partisipasi dalam pertandingan, sehingga Facundo Garcés dapat melanjutkan latihan dan mengembangkan aktivitas profesionalnya bersama klub selama periode ini. Deportivo Alavés menghormati keputusan yang dibuat oleh badan-badan yang berwenang dan, mulai saat ini, akan mempelajari isi lengkap resolusi tersebut secara rinci dan menganalisis situasinya,” tutup Alaves.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan Deportivo Alaves yang dirilis pada 5 Maret 2026.
