Suasana syahdu menyelimuti gerbong Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek saat memasuki waktu sahur hari pertama Ramadhan, Kamis (19/2/2026). Di tengah laju kereta dari Surabaya menuju Gambir, Jakarta, para penumpang mulai terbangun oleh bunyi alarm ponsel yang berbunyi hampir bersamaan sekitar pukul 03.00 WIB.
Momen ibadah di atas rel ini menciptakan interaksi hangat antarpenumpang yang sebelumnya tidak saling mengenal. Sebagian besar penumpang memilih menuju kereta makan untuk menyantap hidangan sahur, sementara yang lain tetap berada di kursi masing-masing dengan bekal sederhana.
Kesan Penumpang: Antara Tugas dan Pengalaman Pertama
Bagi sebagian penumpang, menjalani sahur di perjalanan merupakan konsekuensi dari tuntutan pekerjaan atau keperluan mendesak. Arief Rahman, salah satu penumpang, mengungkapkan perasaannya yang harus memulai ibadah puasa jauh dari keluarga demi tugas profesional.
“Ada rasa sedih karena sahur itu sebenarnya ritual yang biasa kita lakukan bersama, tapi tahun ini sahur di atas kereta. Tapi senang karena Ramadhan telah dimulai,” ujar Arief saat ditemui di dalam kereta pada Kamis (19/2/2026).
Hal senada dirasakan oleh Restu Dehin yang baru pertama kali merasakan pengalaman sahur di atas kereta api. Ia mengaku merasakan emosi yang bercampur aduk, namun tetap antusias menikmati fasilitas yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Perasaannya sahur di kereta itu nano-nano ya. Sebenarnya menarik sih karena ini pengalaman pertama kali aku naik kereta dan sahur pertama di kereta. So far sih makanannya enak, sei sapinya enak pedas,” kata Restu.
Kehangatan di Tengah Perjalanan Malam
Dodi Sanjaya, penumpang lainnya, menyoroti sisi kebersamaan yang muncul secara spontan di dalam gerbong. Menurutnya, ada perasaan haru ketika menyadari momen yang biasanya dilakukan di rumah kini berlangsung di tengah perjalanan panjang.
“Ada kehangatan yang muncul meski kami orang asing, seolah perjalanan ini mempertemukan kami dalam satu tujuan ibadah. Saya merasa senang bisa merasakan kebersamaan itu,” tutur Dodi.
Meskipun jauh dari meja makan keluarga, para penumpang menutup santap sahur mereka dengan doa khusyuk saat azan Subuh berkumandang melalui aplikasi ponsel. Momen ini menjadi pengingat bahwa ibadah tetap dapat dijalankan dengan tulus di mana pun posisi seseorang berada.
Informasi mengenai pengalaman penumpang dan layanan selama bulan Ramadhan ini dihimpun berdasarkan pantauan langsung dan pernyataan penumpang di KA Argo Bromo Anggrek pada 19 Februari 2026.
