Finansial

Chandra Asri Genjot Investasi Rp 15 Triliun untuk Pabrik CA-EDC, Dorong Substitusi Impor dan Potensi Ekspor Devisa

Advertisement

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), emiten petrokimia dan infrastruktur milik Prajogo Pangestu, mempercepat penyelesaian Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) di Cilegon, Banten. Langkah strategis ini diambil untuk mencapai target ambisius produksi petrokimia sebesar 21 juta ton pada tahun 2027.

Proyek senilai Rp 15 triliun ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 dan mulai beroperasi pada awal kuartal pertama 2027.

Progres Pembangunan dan Alokasi Investasi

“Harapannya di akhir tahun ini selesai, sehingga bisa mulai beroperasi pada awal (kuartal pertama) 2027,” kata Suryandi di Jakarta, Selasa (25/2/2026).

Untuk mendorong penyelesaian proyek ini, perseroan akan mengalokasikan belanja modal (capex) secara dominan pada proyek CA-EDC. Suryandi menambahkan bahwa alokasi capex konstruksi biasanya akan tinggi pada tahun terakhir proyek.

Peningkatan Kapasitas Produksi dan Proyeksi Pasar

Suryandi juga menyoroti tingginya permintaan produk petrokimia di Indonesia, dengan proyeksi rata-rata pertumbuhan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 5 persen hingga tahun 2038.

Dalam dua tahun terakhir, kapasitas produksi TPIA telah meningkat signifikan, didorong oleh akuisisi Aster Chemicals and Energy di Singapura. Fasilitas refinery Aster berkontribusi pada peningkatan kapasitas Chandra Asri Group dalam memproduksi berbagai jenis produk petrokimia.

Pada tahun 2025, produksi TPIA tercatat meningkat menjadi 17,6 juta ton per tahun, dari 4,23 juta ton pada tahun 2024. Dengan ekspansi yang terus berjalan, total kapasitas produksi pada tahun 2027 diproyeksikan mencapai 21 juta ton.

Advertisement

Peluang Ekspor dan Substitusi Impor

Pabrik CA-EDC diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang besar, terutama melalui peluang ekspor produk Ethylene Dichloride (EDC). Pada fase awal operasional, pabrik ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 827.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton EDC per tahun.

Produksi soda kaustik dalam jangka panjang berpotensi mensubstitusi impor hingga 827.000 ton per tahun, dengan nilai sekitar 293 juta dollar AS atau setara Rp 4,9 triliun (kurs Rp 16.829 per dollar AS).

Sementara itu, produksi EDC yang diperuntukkan bagi pasar ekspor berpeluang menarik devisa sekitar 300 juta dollar AS atau setara Rp 5 triliun per tahun.

Strategi Optimalisasi Rantai Nilai dan Daya Saing

Direktur Legal dan Hubungan Eksternal Chandra Asri Pacific, Edi Riva’i, menjelaskan bahwa strategi ekspansi dan penciptaan nilai di tiga lini bisnis utama—energi, kimia, dan infrastruktur—bertujuan untuk mengoptimalkan rantai nilai dan berdampak pada efisiensi biaya.

“Ini juga terkait dengan daya saing, karena ekspansi juga untuk membuka akses ke pasar regional dan membuat posisi kami menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara,” tegas Edi.

Informasi lengkap mengenai percepatan proyek dan strategi ekspansi Chandra Asri Pacific ini disampaikan melalui pernyataan resmi manajemen yang dirilis pada Selasa, 25 Februari 2026.

Advertisement