Chelsea tengah memburu manajer baru setelah memecat Liam Rosenior pada pekan ini. Di tengah pencarian itu, nama pelatih Como, Cesc Fabregas, menjadi salah satu kandidat yang paling santer dikaitkan dengan kursi manajer di Stamford Bridge.
Rosenior diberhentikan setelah Chelsea menelan lima kekalahan beruntun di Premier League. Rentetan hasil tersebut membuat The Blues turun ke posisi kedelapan klasemen dan kian berat menjaga peluang tampil di Liga Champions musim depan.
Performa Chelsea memburuk
Secara keseluruhan, performa Chelsea memang menurun dalam beberapa laga terakhir. Klub asal London itu hanya sekali menang dalam delapan pertandingan terbaru, sementara tujuh laga lainnya berakhir dengan kekalahan.
Kondisi tersebut membuat posisi manajer Chelsea kembali menjadi sorotan. Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan jabatan itu, termasuk Fabregas yang kini menangani Como.
Fabregas mencuri perhatian bersama Como
Fabregas dinilai tampil menjanjikan bersama Como, klub milik pengusaha Indonesia Hartono bersaudara. Saat ini Como menempati posisi kelima klasemen Liga Italia dan masih memiliki peluang untuk lolos ke Liga Champions, meski kesempatan ke Liga Europa disebut lebih realistis.
Perkembangan itu membuat nama mantan gelandang Chelsea tersebut masuk dalam radar sejumlah pihak. Namun, eks pemain Chelsea Emmanuel Petit menilai Fabregas sebaiknya tidak kembali ke Stamford Bridge dalam waktu dekat.
Petit: Barcelona lebih masuk akal untuk Fabregas
Petit menyarankan Fabregas menunggu kesempatan melatih Barcelona, klub yang membesarkan namanya saat masih menjadi pemain muda. Menurut dia, situasi di Chelsea saat ini tidak ideal untuk seorang manajer.
“Cesc Fabregas ke Chelsea? Tidak, tidak, tidak. Kalau harus memilih antara Chelsea dan Barcelona, pastinya Anda ke Barcelona, bukan Chelsea. Chelsea itu kacau. Kacau, deh!” ujar Petit seperti dikutip Metro.
“Chelsea adalah mimpi buruk untuk para manajer, mimpi buruk juga buat para pemain, jujur saja. Anda akan menemukan lebih banyak ketenangan di Barcelona, meski bakal menghadapi banyak tekanan di sana.”
“Tapi dia akan punya kesempatan untuk unjuk gigi di LaLiga setiap musimnya, untuk memenangi titel di sana, tapi juga punya kesempatan untuk bersaing di level tertinggi di Liga Champions.”
“Fabregas kembali ke Barcelona itu masuk akal,” imbuhnya.
Informasi mengenai situasi Chelsea, posisi Fabregas, dan pernyataan Emmanuel Petit dimuat dalam laporan Detik Bola yang terbit pada 24 April 2026, dengan kutipan Petit merujuk pada Metro.
