Sepak Bola

Chelsea Dinilai Jadi Kekacauan Kreatif, Desailly Soroti Minimnya Pemain Berpengalaman

Chelsea dinilai tengah menghadapi persoalan keseimbangan skuad di tengah hasil yang belum stabil pada musim 2025/2026. Legenda klub Marcel Desailly menyebut situasi di tim sebagai “kekacauan kreatif” karena banyaknya talenta muda yang belum diimbangi kehadiran pemain berpengalaman.

Dalam lima laga terakhir di Liga Inggris, Chelsea tidak meraih kemenangan dan posisinya makin menjauh dari zona Liga Champions musim depan. Kondisi itu muncul di tengah kebijakan transfer klub sejak diambil alih Todd Boehly, yang banyak merekrut pemain berusia di bawah 23 tahun dengan kontrak jangka panjang.

Desailly soroti komposisi skuad Chelsea

Desailly menilai Chelsea perlu membangun kombinasi yang lebih seimbang antara pemain muda dan sosok senior yang sudah teruji di level tertinggi. Menurut dia, masalah utama tim saat ini bukan semata bakat, melainkan minimnya figur berpengalaman di dalam susunan inti.

“Chelsea perlu mencari cara untuk menggabungkan talenta muda dengan pemain pengalaman agar tercipta konsistensi dan keteraturan dalam sistem mereka,” kata Desailly, seperti dikutip dari Tribuna.

“Kini sudah jadi kekacauan kreatif di dalam timnya,” tegasnya.

Minim pemain inti level tim nasional

Desailly menjelaskan, yang ia maksud sebagai pemain berpengalaman adalah sosok yang rutin tampil sebagai starter di level internasional bersama tim nasional. Dalam pandangannya, saat ini baru Enzo Fernandez yang memenuhi kriteria tersebut di skuad Chelsea.

“Oke, ada Enzo Fernandez. Tetapi mereka memiliki kiper yang performanya tidak konsisten. Mereka memiliki pertahanan yang cukup baik tetapi mereka membutuhkan pengalaman, Wesley Fofana tidak menjadi starter untuk Prancis,” ujarnya.

Ia juga menilai lini depan Chelsea masih membutuhkan penyerang tengah yang memiliki reputasi internasional dan mampu menentukan momen penting dalam pertandingan.

“Sama halnya di posisi penyerang tengah, mereka membutuhkan striker internasional terkenal yang dapat mengidentifikasi momen-momen penting ketika tim membutuhkan sedikit kecemerlangan individu untuk membuat perbedaan,” tambahnya.

Peran Enzo dinilai terlalu berat

Desailly turut menyoroti beban peran Enzo Fernandez dalam sistem permainan Chelsea. Menurut dia, gelandang asal Argentina itu tidak hanya dituntut menjaga keseimbangan lini tengah bersama Moises Caicedo, tetapi juga ikut menutup kekurangan saat tim menyerang.

“Saat ini mereka mengharapkan Enzo, yang seharusnya bermain dekat dengan Caicedo untuk melindungi blok pertahanan, juga menjadi bagian dari serangan untuk menutupi jika pemain seperti Cole Palmer melakukan kesalahan,” kata Desailly.

Situasi klub di musim 2025/2026

Di luar performa tim, Chelsea juga menghadapi pergantian manajer pada musim ini. Liam Rosenior baru saja dipecat, menjadikannya kali kedua klub memberhentikan manajer sepanjang musim 2025/2026.

Desailly sendiri merupakan salah satu nama besar dalam sejarah Chelsea, dengan catatan 222 penampilan bersama klub. Informasi mengenai penilaian Desailly ini disampaikan melalui laporan yang dikutip dari Tribuna dan dimuat Detik Bola pada 24 April 2026.