Pemain bulu tangkis tunggal putra asal Perancis, Christo Popov, menatap ajang All England 2026 dengan ambisi besar untuk meraih gelar juara. Sebagai unggulan kelima, Popov berpotensi menghadapi wakil Indonesia, Jonatan Christie, yang merupakan unggulan keempat, pada babak perempat final turnamen bergengsi di Birmingham, Inggris, tersebut. Ia tidak ingin lagi dianggap remeh oleh para pebulu tangkis papan atas dunia.
Ambisi Juara dan Makna All England bagi Christo Popov
Bagi Christo Popov, memenangi turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini adalah impian yang telah ia dambakan sejak masa kecil. Ia bahkan menyetarakan gengsi turnamen yang berlangsung di Inggris ini dengan kejuaraan tenis Grand Slam, Wimbledon.
“Untuk tahun 2026, tujuanku adalah ingin menang di (All England Open),” kata Christo Popov, seperti dikutip dari Badminton England.
Pemain kidal ini juga berharap dapat melampaui capaian terbaiknya dua tahun silam saat berhasil menembus babak semifinal. “Aku ingin tampil lebih baik daripada dua tahun yang lalu,” tambah pebulu tangkis kelahiran Sofia pada 8 Maret 2002 itu.
Popov menegaskan bahwa atmosfer di Birmingham selalu memberikan motivasi ekstra. “All England Open bagi aku adalah turnamen yang sangat spesial karena sejarahnya. Aku sudah menonton sejak kecil dan dulu bermimpi untuk bermain di sana,” ujarnya.
“Saya telah melihat begitu banyak legenda memenangkan All England Open, saya sebenarnya berpikir ini adalah turnamen paling prestisius di tur dan saya selalu membandingkannya dengan Wimbledon.”
Ia juga menekankan betapa berartinya turnamen ini bagi setiap atlet. “Bermain di sana adalah sesuatu yang setiap pemain targetkan tahun ini, bukan karena ini adalah acara Super 1000, tapi hanya karena ini adalah All England, hal itu selalu terngiang di pikiran,” lanjutnya.
Rute Menantang Menuju Perempat Final All England 2026
Perjalanan Popov untuk meraih gelar di All England 2026 diprediksi tidak akan mudah. Pada babak pertama, ia harus meladeni perlawanan sesama wakil Eropa, Rasmus Gemke dari Denmark. Jika berhasil menang, ujian berikutnya telah menanti dari pemenang laga antara Loh Kean Yew (Singapura) dan Kodai Naraoka (Jepang).
Tantangan ini menjadi ujian berat bagi sang jawara BWF World Tour Finals 2025 tersebut. Jika rute ini berhasil dilewati, ia berpotensi besar bertemu kembali dengan Jonatan Christie di babak perempat final. Pada pertemuan terakhir di India Open 2026 lalu, Popov harus mengakui keunggulan tunggal putra Indonesia tersebut.
Popov mengaku sudah siap dengan tekanan yang kini berada di pundaknya. “Saya tidak sabar untuk bermain di Birmingham di arena yang luar biasa ini. Sampai jumpa di sana,” tegas Christo Popov. Ia menyadari bahwa statusnya sebagai pemain unggulan membuat lawan-lawannya tampil lebih waspada. “Semua orang sekarang bermain lebih baik daripada sebelumnya saat melawan saya, terutama di babak awal,” tambahnya.
Perubahan Mentalitas Pasca-BWF World Tour Finals 2025
Kesuksesan meraih gelar bergengsi di akhir tahun lalu, BWF World Tour Finals 2025, menjadi titik balik bagi mentalitas bertanding Popov. Ia kini merasa lebih matang dalam menghadapi laga-laga krusial.
“Ini bukan situasi yang sulit, tapi sekarang berbeda bagi saya karena ketika Anda hanya pemain peringkat 30 atau 20 besar, kalah di babak awal tidak seburuk itu karena Anda hanya ingin menang di babak awal jika bisa,” ungkapnya.
“Sekarang, jika kalah di babak pertama atau kedua, itu sangat frustrasi dan bukan penampilan yang baik,” lanjut Popov. Ia merasa keberhasilannya di penutup musim lalu telah membuktikan kualitasnya.
“Segala sesuatunya telah berubah sejak memenangkan Tour Finals,” jelas Christo Popov. “Sebelumnya, saya sering bermain di babak semifinal turnamen besar, dan meskipun saya mengalahkan pemain-pemain bagus, saya tidak selalu bisa menang di semifinal atau final.”
“Tapi kemenangan itu baik bagi saya karena saya menunjukkan bisa bermain di level tinggi selama lima pertandingan berturut-turut. Menjelang 2026, saya salah satu pemain yang berpeluang memenangkan turnamen besar,” tutur Popov.
Pemain bulu tangkis berusia 23 tahun itu juga mengenang kembali pengalamannya di edisi sebelumnya. “Pengalaman berada di sana sungguh luar biasa. Itu adalah salah satu turnamen pertama di mana saya berada di dekat pemain-pemain terbaik dunia. Saya senang bisa bermain bersama mereka,” kata Popov.
“Sangat bagus bahwa saya telah memiliki banyak pengalaman setelah itu, seperti mencapai semifinal pada tahun 2024, dan saya menantikan apa yang akan terjadi tahun ini,” pungkasnya.
Informasi lengkap mengenai persiapan Christo Popov dan ambisinya di All England 2026 disampaikan melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Badminton England.
