Sepak Bola

Dean Huijsen Tanggapi Kecaman Publik: Jelaskan Permohonan Maaf Resmi atas Unggahan Rasis di Media Sosial

Advertisement

Dean Huijsen, pemain muda Real Madrid, menjadi sorotan publik setelah kedapatan mengunggah ulang konten bernuansa rasis terhadap masyarakat China di akun Instagram pribadinya. Insiden ini memicu gelombang kecaman, terutama dari warganet Negeri Tirai Bambu, yang kemudian direspons Huijsen dengan permohonan maaf resmi.

Latar Belakang Kontroversi Unggahan Rasis

Kontroversi bermula pada akhir pekan lalu ketika Huijsen me-repost sebuah unggahan di Instagram. Unggahan tersebut menampilkan seseorang berketurunan Asia disertai dua komentar warganet yang dinilai menyinggung fitur wajah orang China. Komentar-komentar tersebut berbunyi, “bahkan orang China menyebutnya orang China” dan “Anda bisa menutup matanya dengan benang gigi.” Unggahan ini segera memicu reaksi keras dan dianggap sebagai hinaan rasial.

Permohonan Maaf Resmi Dean Huijsen

Setelah menjadi sasaran kritik, Dean Huijsen segera menghapus unggahan tersebut dari akun pribadinya. Pemain berusia 20 tahun ini kemudian menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada masyarakat China melalui akun Weibo Real Madrid, platform media sosial populer di China.

“Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman Tiongkok saya. Sebelumnya saya secara tidak sengaja meneruskan konten yang berisi pesan-pesan yang menyinggung,” demikian isi pernyataan resmi Huijsen dalam bahasa China di Weibo. Ia menambahkan, “Itu benar-benar tidak disengaja, dan saya menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan.” Pernyataan ini juga dikutip oleh Pubity Sport pada 23 Februari 2026.

Advertisement

Reaksi Publik dan Sikap Real Madrid

Menukil laporan ESPN, permohonan maaf Huijsen di Weibo belum sepenuhnya memuaskan warganet China. Mereka menyoroti bahwa Real Madrid hanya mengunggah permintaan maaf di Weibo dan tidak di platform lain seperti Instagram, tempat unggahan rasis itu pertama kali muncul. Real Madrid sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terpisah mengenai insiden ini di kanal media sosial global mereka.

Konteks Insiden Rasisme dalam Sepak Bola

Insiden yang melibatkan Dean Huijsen ini terjadi tak lama setelah rekan setimnya di Real Madrid, Vinicius Junior, diduga menjadi korban rasisme. Vinicius dilaporkan mengalami tindakan rasisme dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Real Madrid telah melaporkan dugaan rasisme terhadap Vinicius Junior kepada UEFA, menegaskan komitmen klub dalam memerangi diskriminasi.

Informasi lengkap mengenai permohonan maaf Dean Huijsen dan konteks insiden ini disampaikan melalui pernyataan resmi di akun Weibo Real Madrid dan laporan dari media olahraga terkemuka.

Advertisement