Sepak Bola

Dedi Kusnandar Ungkap Strategi Bersaing Sehat di Lini Tengah Persib Bandung Bersama Thom Haye dan Kurzawa

Gelandang berpengalaman Dedi Kusnandar kembali memperkuat Persib Bandung pada paruh kedua kompetisi Super League 2025-2026. Kepulangan pemain berusia 34 tahun ini menandai berakhirnya masa peminjaman di Bhayangkara FC, di mana ia tidak mendapatkan cukup tempat di skuad asuhan Paul Munster.

Kembalinya Dedi Kusnandar ke tim berjuluk Maung Bandung ini langsung dihadapkan pada tantangan persaingan ketat di lini tengah. Ia harus berkompetisi dengan sejumlah nama besar untuk memperebutkan posisi utama.

Persaingan Ketat di Lini Tengah Persib

Lini tengah Persib Bandung saat ini dihuni oleh gelandang-gelandang berkualitas seperti Thom Haye, Marc Klok, Luciano Guaycochea, dan Adam Alis. Selain itu, pelatih Bojan Hodak juga berhasil “menyulap” Eliano Reijnders menjadi gelandang bertahan, menambah opsi di sektor tersebut.

Meskipun demikian, Dedi Kusnandar atau akrab disapa Dado, tidak merasa terbebani dengan ketatnya persaingan. Ia memilih melihat situasi ini dari sisi positif, yang justru memicu jiwa kompetitifnya untuk terus meningkatkan kebugaran dan level permainan.

“Saya selalu melihat itu dari sisi positifnya, karena kita kalau lihat di persaingan internal tim, perlu sesuatu untuk memicu jiwa kompetitifnya,” sebut Dado.

Pemain kelahiran Sumedang ini meyakini bahwa persaingan internal secara tidak langsung membawa aura positif bagi tim. Hal ini mendorong setiap pemain untuk meningkatkan kemampuan masing-masing.

“Karena secara tidak langsung membawa aura positif untuk kami seperti (motivasi) meningkatkan kemampuan,” paparnya.

Dado juga menegaskan tidak pernah mempermasalahkan jika pada akhirnya ia tidak menjadi pilihan utama pelatih Bojan Hodak. Baginya, kondisi tersebut justru akan mendorongnya untuk berkembang dan bekerja ekstra dalam setiap sesi latihan.

“Jadi saya tidak pernah mempermasalahkan kompetisi dalam internal, karena itu bagus buat diri sendiri, buat tim, dan buat Persib sendiri,” urainya.

Pada musim ini, Dedi Kusnandar baru bermain enam kali dengan total 163 menit bertanding. Ia sempat bermain dalam satu laga bersama Maung Bandung sebelum dipinjamkan, dan hanya mendapat kesempatan bermain lima kali selama masa peminjaman di Bhayangkara FC.

Dampak Kedatangan Bintang Eropa

Kedatangan mantan bintang Paris Saint-Germain (PSG), Layvin Kurzawa, ke Persib Bandung diyakini akan semakin memperkuat pertahanan tim asuhan Bojan Hodak. Kehadiran Kurzawa diharapkan mampu membuat lini belakang lebih solid, tidak hanya di kancah domestik Super League, tetapi juga di pentas Asia pada AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026.

Dedi Kusnandar turut menyambut gembira kehadiran pemain-pemain berkualitas seperti Kurzawa, yang mengoleksi lima titel Ligue 1, dan Thom Haye, figur penting di Timnas Indonesia. Menurutnya, pemain-pemain ini akan meningkatkan motivasi dan memacunya untuk mencapai level permainan yang lebih tinggi.

“Kita tahu Kurzawa, Thom Haye semua pemain di sini berkualitas dan saya sangat senang bisa bareng-bareng mereka,” kata Dado.

Pemain berusia 34 tahun itu berharap dapat berkontribusi maksimal bagi tim. Ia memiliki tekad kuat untuk bersama-sama membawa Persib kembali meraih gelar juara.

“Saya juga pribadi bisa berkontribusi buat tim ini. Kita bareng-bareng untuk bisa Persib juara lagi,” ujarnya.

Informasi lengkap mengenai kembalinya Dedi Kusnandar dan dinamika skuad Persib Bandung disampaikan melalui pernyataan resmi klub dan wawancara dengan pemain yang dirilis pada awal Februari 2026.