Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps menyoroti tantangan menjaga keseimbangan skuad di tengah melimpahnya opsi penyerang Les Bleus jelang upaya merebut gelar Piala Dunia ketiga. Prancis saat ini memiliki banyak nama di lini depan, mulai dari Kylian Mbappe hingga Ousmane Dembele.
Deretan penyerang yang dimiliki Prancis mencakup Kylian Mbappe dari Real Madrid, Michael Olise dari Bayern Munih, Rayan Cherki dari Manchester City, Ousmane Dembele dan Desire Doue dari Paris Saint-Germain, Marcus Thuram dari Inter Milan, Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace, Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain, serta Maghnes Akliouche dari AS Monaco.
Tantangan Deschamps di Tengah Banyak Opsi
Kondisi ini memberi Deschamps banyak pilihan untuk menyusun kekuatan serang Prancis. Namun, ia menegaskan bahwa banyaknya pemain top juga menghadirkan pekerjaan besar, terutama dalam mengelola kekecewaan pemain yang tidak masuk susunan starter.
“Di Piala Dunia 2022 kan kami sudah punya empat penyerang starter… ini tentang mengelola rasa frustrasi bagi mereka yang tidak akan jadi starter,” ujar pelatih berusia 57 tahun itu kepada the Guardian.
Menurut Deschamps, persaingan di level elite tidak selalu mudah diterima ketika berdampak langsung pada posisi seorang pemain. Ia menyebut setiap pesepakbola pada dasarnya merasa layak bermain.
“Selalu sulit untuk menerimanya, karena setiap pemain percaya dia itu lebih baik daripada orang yang bermain di posisinya… Tanya saja pada pesepakbola elite dan mereka akan mengatakan kepada Anda: ‘Kompetisi? Tentu saja, itu kan bagian dari hidup’, tapi itu hanya ketika menyangkut seorang rekan setim; ketika hal itu berdampak kepada mereka secara langsung, rasanya akan lebih rumit,” ungkap Deschamps.
Start Sulit Prancis di Fase Grup
Misi Prancis untuk memenangi trofi juara Piala Dunia ketiganya juga akan langsung diuji sejak awal turnamen. Les Bleus tergabung di grup yang berat bersama Senegal, Irak, dan Norwegia.
Komposisi grup tersebut membuat Prancis tidak hanya dituntut tajam di lini depan, tetapi juga solid dalam menjaga harmoni internal tim saat menghadapi persaingan sejak fase awal.
