Dino Sani tercatat sebagai juara Piala Dunia tertua yang masih hidup. FIFA mencatat mantan gelandang Timnas Brasil itu sebagai pemain paling senior yang masih hidup di antara para peraih gelar Piala Dunia, setelah para kampiun dari edisi 1930 hingga 1954 seluruhnya telah meninggal dunia.
Brasil meraih gelar Piala Dunia pertamanya pada 1958. Dari 22 pemain dalam skuad juara tersebut, kini tersisa empat nama yang masih hidup, yakni Dino Sani, Pepe, Moacir, dan Mazzola.
Dino Sani dan rekor juara Piala Dunia tertua
Dino Sani lahir pada 23 Mei 1932 dan kini berusia 94 tahun. Pada Piala Dunia 1958, ia membela Brasil saat berusia 26 tahun.
Dalam turnamen itu, Dino Sani tampil pada dua laga awal Brasil, yakni saat menang 3-0 atas Austria dan ketika bermain imbang 0-0 melawan Inggris. Pria kelahiran Sao Paulo itu kemudian mengalami cedera dan posisinya digantikan Zito.
Satu-satunya Piala Dunia Dino Sani
Piala Dunia 1958 menjadi satu-satunya pengalaman Dino Sani di panggung sepak bola dunia. Ia mengakhiri karier sebagai pemain pada 1968, lalu melanjutkan kiprah sebagai pelatih pada periode 1969-1992.
Sepanjang kariernya, Dino Sani juga menorehkan prestasi di level klub. Selain menjadi juara dunia bersama Brasil, eks pemain AC Milan itu pernah membawa Rossoneri menjuarai Serie A 1962 dan European Cup atau Liga Champions pada 1963.
Daftar juara Piala Dunia tertua yang masih hidup
- Dino Sani (Brasil 1958): 94 tahun
- Pepe (Brasil 1958): 90 tahun
- Terry Paine (Inggris 1966): 90 tahun
- Moacir (Brasil 1958): 89 tahun
- Mazzola (Brasil 1958): 87 tahun
Data tersebut menegaskan bahwa skuad Brasil juara Piala Dunia 1958 masih menyisakan empat pemain yang hidup hingga sekarang. Dino Sani menjadi yang tertua di antara para mantan kampiun Piala Dunia yang masih hidup.
