Donyell Malen kembali menunjukkan ketajamannya bersama AS Roma. Penyerang asal Belanda ini berhasil menjebol gawang Juventus, memicu perbandingan dengan legenda klub, Gabriel Batistuta.
Ketajaman Donyell Malen di Laga Kontra Juventus
Nama Donyell Malen menghiasi papan skor dalam pertandingan pekan ke-27 Liga Italia antara AS Roma dan Juventus. Laga tersebut berlangsung di Stadion Olimpico pada Minggu, 1 Maret 2026.
Gol Malen pada menit ke-65 sempat membawa AS Roma memimpin 3-1 atas Juventus. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata Roma akhirnya buyar setelah Juventus mencetak dua gol tambahan melalui Jeremie Boga (78′) dan Federico Gatti (90+3′), membuat skor akhir 3-3.
Terlepas dari hasil imbang tersebut, para suporter Roma patut tersenyum melihat konsistensi ketajaman Donyell Malen.
Peran Aktif Malen dalam Permainan Roma
Donyell Malen tidak hanya mencetak gol, tetapi juga terlibat aktif dalam membangun koneksi dengan rekan-rekan setimnya. Sebagai penyerang modern, Malen tidak hanya menunggu peluang, melainkan juga berpartisipasi dalam dialog permainan yang menghidupkan serangan Roma.
Ia kembali mengandalkan sentuhan khas berupa cungkilan apik melewati kiper Juventus, Mattia Perin. Aksi tersebut membuktikan kualitas penyelesaiannya yang tinggi. Teknik serupa sebelumnya juga sukses ia peragakan saat Roma melibas Cagliari 2-0, di mana Malen memborong dua gol.
Produktivitas Malen dan Perbandingan dengan Elite Eropa
Sejak menjalani debut di Serie A pada 18 Januari 2026, Malen tampil produktif dan kini berada dalam jajaran elite penyerang Eropa. Dalam rentang waktu tersebut, di antara pemain yang berkecimpung di lima liga top Eropa, hanya Harry Kane (Bayern Muenchen) yang mampu mencetak gol lebih banyak dari Malen.
Malen telah mengoleksi enam gol dari tujuh pertandingan Liga Italia. Laju produktivitasnya menyamai torehan Lamine Yamal (Barcelona) dan Ante Budimir (Osasuna).
Mengulang Jejak Legenda: Donyell Malen dan Gabriel Batistuta
Perbandingan dengan nama legendaris, Gabriel Batistuta, pun tak terelakkan. Batistuta juga langsung tampil tajam pada tahun pertamanya bersama Roma, yang berujung pada gelar juara Liga Italia musim 2000-2001.
Tercatat, Batistuta mencatat delapan gol dalam tujuh laga pada musim perdananya bersama Roma. Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, turut memuji dampak Malen. “Dia memberikan dampak yang luar biasa,” ujar Gasperini soal Donyell Malen, dilansir dari La Gazzetta dello Sport.
Informasi lengkap mengenai performa Donyell Malen disampaikan melalui laporan pertandingan dan pernyataan resmi yang dirilis oleh media olahraga pada 1 Maret 2026.
