Finansial

Ekonom Celios Nailul Huda Soroti Potensi Pembengkakan Subsidi BBM Akibat Serangan Israel ke Iran

Advertisement

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios) Nailul Huda memperingatkan potensi tekanan serius terhadap fiskal Indonesia menyusul serangan Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Ketegangan di Timur Tengah ini diprediksi dapat memicu pembengkakan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah.

Potensi Pembengkakan Subsidi BBM

Nailul Huda menjelaskan, anggaran subsidi BBM pemerintah berpotensi meningkat signifikan akibat ketegangan di Timur Tengah yang dapat menaikkan harga minyak dunia. Apabila asumsi harga minyak dalam APBN terlampaui jauh, ruang fiskal pemerintah akan tertekan karena harus menutup selisih antara harga keekonomian dan harga jual ke masyarakat.

“Ketika harga minyak naik, maka beban subsidi pemerintah akan membengkak terutama untuk BBM. Anggaran kita akan jebol apabila tidak ada realokasi anggaran ke subsidi BBM,” ujar Nailul Huda kepada Kompas.com pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Lebih lanjut, Nailul mengungkapkan bahwa serangan ke Iran ini berpotensi mengerek harga minyak global hingga menyentuh level 120 dollar AS per barel. Kondisi ini serupa dengan dampak invasi Rusia ke Ukraina yang juga menyebabkan gejolak global. Saat ini, harga minyak dunia telah mencapai 73 dollar AS per barel, meningkat dari 65 dollar AS per barel pada awal Februari 2026.

Tantangan Fiskal dan Keterbatasan Opsi Utang

Dalam kondisi fiskal saat ini yang ditambah ketidakpastian global, penerimaan negara dinilai tidak dapat menjadi solusi tunggal untuk mengatasi pembengkakan anggaran subsidi BBM. Di sisi lain, opsi penambahan utang juga semakin terbatas.

Nailul menyinggung laporan lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan S&P yang menyoroti kualitas pengelolaan fiskal Indonesia. Hal ini mempersulit upaya pemerintah untuk mengandalkan utang baru sebagai penopang anggaran.

Advertisement

“Mengandalkan hutang baru pun susah karena ada laporan dari Moody’s dan terbaru S&P yang mengatakan kondisi pengelolaan fiskal kita buruk,” ucapnya.

Kronologi Serangan dan Negosiasi Nuklir

Sebagai informasi, Israel melancarkan serangan ke Ibu Kota Iran, Teheran, pada Sabtu, 28 Februari 2026, waktu Indonesia. Serangan ini terjadi di tengah proses perundingan negosiasi nuklir antara Iran dengan Amerika Serikat (AS).

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan, menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Bahrain. Kondisi ini memicu situasi kawasan yang semakin memanas.

Negosiasi antara AS dan Iran berpusat pada tuntutan AS agar Iran menghentikan proyek nuklir mereka, mengingat pengayaan uranium Iran telah mencapai 60 persen, sebuah tingkat yang tidak diterima oleh AS.

Informasi lengkap mengenai potensi dampak konflik Timur Tengah terhadap fiskal Indonesia ini disampaikan melalui pernyataan Ekonom Celios Nailul Huda kepada Kompas.com pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Advertisement