Mantan penyerang tim nasional Perancis dan Real Madrid, Nicolas Anelka, baru-baru ini melontarkan pujian setinggi langit untuk talenta muda Barcelona, Lamine Yamal. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media Spanyol, Diario Sport, Anelka menilai kualitas sang wonderkid saat ini sudah layak disejajarkan dengan pemain-pemain terbaik dunia, termasuk Kylian Mbappe.
Anelka Kagumi Bakat Langka Lamine Yamal
Sebagai mantan pemain elite yang pernah membela sederet klub raksasa Eropa seperti Arsenal, Juventus, Liverpool, hingga PSG, Anelka mengaku sangat antusias melihat perkembangan pesat Yamal. Ia menganggap pemain belia tersebut memiliki level permainan dan dampak di lapangan yang setara dengan Kylian Mbappe di era sepak bola modern ini.
Anelka secara terbuka mengagumi kemampuan teknis dan visi bermain penyerang sayap belia tersebut. “Dia pemain yang sangat bagus dan berbakat. Dia juga masih sangat muda,” kata Anelka dikutip dari Barca Universal. “Dia salah satu pemain paling terampil. Dia mencetak gol dan memberikan assist. Dia selalu menciptakan sesuatu di lapangan.”
Pria berusia 46 tahun ini menyoroti kelangkaan pesepak bola dengan tipe kreator murni seperti Yamal di kompetisi level atas saat ini. “Tidak banyak pemain seperti dia. Tidak lagi. Dulu kita punya banyak pemain seperti itu. Tapi sekarang dia adalah salah satu talenta hebat di Eropa dan dunia,” ujarnya.
Gaya bermain memukau yang ditunjukkan bintang muda Spanyol itu tampaknya membawa nostalgia tersendiri bagi mantan pesepak bola profesional. “Ya, kami sudah tidak memiliki pemain seperti itu lagi. Jadi, senang melihat dia bermain. Karena sebagai pemain veteran, kami merindukan pemain seperti dia. Dia bukan striker sejati,” ungkap Anelka.
“Kami merindukan pemain seperti dia. Dan sayangnya, kami tidak punya banyak pemain seperti dia lagi. Jadi kami senang melihatnya bermain. Dan semoga, dia akan terus bermain seperti itu untuk waktu yang lama,” tambahnya.
Anelka juga memprediksi bahwa pertarungan talenta muda ini akan menjadi daya tarik utama panggung sepak bola Eropa ke depannya. “Selain Mbappe, saya pikir mereka berdua adalah yang terbaik. Terutama ketika saya berbicara tentang Prancis dan Spanyol. Dia akan bermain untuk Spanyol dan Mbappe untuk Prancis. Jadi ini akan menjadi pertarungan yang hebat,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Persaingan antara Barcelona dan Real Madrid sudah sangat sengit… dan akan terus berlanjut untuk waktu yang lama.”
Memori Anelka dengan Sepak Bola Spanyol
Dalam kesempatan yang sama, saat tiba di Spanyol untuk menghadiri sebuah acara, Anelka juga membagikan pandangannya mengenai negara tersebut serta memori masa lalunya di bursa transfer. “Saya tidak tahu banyak tentang kota ini karena saya belum sempat mengunjunginya. Tapi saya menyukai Spanyol,” tuturnya.
Ternyata, pada tahun 1997, Barcelona yang kala itu diarsiteki oleh Bobby Robson sempat mencoba merekrutnya saat ia masih berseragam tim asal Paris. “Ya, saya hampir saja. Saya punya kesempatan untuk datang ketika masih bermain untuk PSG, sebagai pemain muda. Tapi saya menandatangani kontrak dengan Arsenal dan pergi ke Inggris pada bulan Februari tahun itu, bersama Arsène Wenger,” katanya.
Setelah dua musim yang gemilang di London Utara, ia akhirnya berlabuh ke rival abadi Blaugrana dengan nilai transfer mencapai 35 juta euro. “Setelah itu, saya mendapat kesempatan untuk bermain untuk Real Madrid. Jadi di sanalah saya menandatangani kontrak untuk bermain di Spanyol,” jelas Anelka.
Meski masa baktinya di Bernabeu hanya bertahan satu musim sebelum kembali ke Perancis pada tahun 2000, perhatian Anelka kini justru tertuju pada permainan atraktif skuad asuhan Hansi Flick.
Informasi lengkap mengenai pujian Nicolas Anelka terhadap Lamine Yamal ini disampaikan melalui wawancara eksklusif dengan Diario Sport yang dirilis baru-baru ini.
