Sepak Bola

Eks Kapten Inter Milan Danilo D’Ambrosio Terjebak Konflik Timur Tengah di Dubai

Advertisement

Mantan pemain bertahan Inter Milan, Danilo D’Ambrosio, membagikan kesaksian mencekam saat dirinya terjebak di tengah gejolak konflik Timur Tengah. D’Ambrosio terpaksa berlindung di ruang bawah tanah ketika Iran melancarkan serangan balasan terhadap posisi militer di Uni Emirat Arab (UEA) menyusul ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Sosok yang pernah menjadi kapten di Inter Milan ini diketahui sedang berada di Dubai untuk mengunjungi kediaman seorang kerabat. Agenda santai di tengah jeda kompetisi Serie A tersebut berubah menjadi situasi horor setelah wilayah Uni Emirat Arab terkena dampak langsung dari rudal dan pesawat nirawak (drone) yang dikirimkan oleh pihak Iran.

Eskalasi Konflik di Timur Tengah

Eskalasi besar terjadi setelah serangan gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa, termasuk kabar meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, Teheran menargetkan sejumlah pangkalan militer milik AS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Otoritas UEA mengonfirmasi adanya korban di Abu Dhabi akibat jatuhan serpihan rudal yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Kesaksian Danilo D’Ambrosio dari Ruang Bawah Tanah

Meski tidak menjadi korban langsung, Danilo D’Ambrosio merasakan dampak psikologis dan situasi darurat yang luar biasa saat ledakan terjadi di sekitar tempatnya mengungsi. Dikutip dari laporan Sky Italia, D’Ambrosio menggambarkan kekacauan yang terjadi di Dubai.

Ia sempat merasakan getaran ledakan hebat yang jaraknya sangat dekat dengan posisinya berlindung. “Kami menerima banyak peringatan di ponsel kami, dan saat ini kami berada di rumah seorang teman,” ucap Danilo D’Ambrosio.

Advertisement

“Tiga drone praktis meledak di atas kepala kami. Kami mengambil apa saja yang kami butuhkan setelah disarankan untuk pindah dari suatu fasilitas,” imbuhnya. D’Ambrosio menambahkan bahwa situasi yang semula tenang berubah menjadi kekhawatiran.

“Hingga beberapa jam yang lalu, situasinya cukup tenang, tetapi saat ini muncul kekhawatiran. Dari yang saya pahami, bandara telah ditutup. Namun, tidak ada kepanikan lokal, tetapi ini mengkhawatirkan bagi mereka yang tidak terbiasa dengan situasi seperti ini,” jelasnya.

Akses Transportasi Lumpuh

Saat ini, pria asal Italia tersebut masih tertahan di Dubai dan terus mengikuti instruksi keamanan dari otoritas setempat. Upayanya untuk segera meninggalkan zona konflik terhambat karena seluruh akses bandara internasional di UEA telah ditutup total hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Penutupan wilayah udara ini dilakukan oleh pemerintah setempat guna meminimalkan risiko terhadap penerbangan sipil di tengah ancaman serangan susulan.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui laporan Sky Italia dan pernyataan otoritas setempat yang dirilis pada awal Maret 2026.

Advertisement