PT Perum Bulog akan melakukan ekspor perdana 2.280 ton beras premium senilai Rp 150 miliar yang ditujukan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Pengiriman beras berkualitas premium ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari dan awal Maret 2026.
Detail Ekspor Perdana Beras Bulog
Direktur Utama PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa ekspor ini merupakan yang pertama bagi perusahaan negara tersebut. Beras akan dikirim dalam dua tahap, yakni pada 28 Februari dan 4 Maret 2026. “Angkanya sekitar Rp 150 miliar rupiah. Ini juga ekspor perdana,” kata Rizal di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Bulog telah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan terkait mekanisme teknis pengiriman. Perusahaan akan bertanggung jawab atas pengiriman beras dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. Sementara itu, distribusi dari Pelabuhan Jeddah ke dapur-dapur katering jemaah haji akan ditangani oleh pihak importir. “Jadi kami dari Bulog hanya mengirim dari Pelabuhan Tanjung Priok sampai dengan Pelabuhan Jeddah,” jelas Rizal.
Peluang Pasar Beras Indonesia di Arab Saudi
Sebelumnya, jajaran Bulog telah melakukan survei ke Arab Saudi dan bertemu dengan importir serta pengusaha setempat. Hasil kunjungan tersebut menunjukkan adanya peluang pasar yang besar untuk beras Indonesia. Ceruk pasar ini terbuka lebar mengingat banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Arab Saudi serta jumlah jemaah umrah yang mencapai 2 juta orang per tahun.
Rizal menambahkan, banyak pengusaha di Arab Saudi yang tertarik untuk melanjutkan ekspor beras setelah musim haji, baik untuk keperluan umrah maupun konsumsi masyarakat umum. Bahkan, dua ritel modern ternama di Saudi, Bin Dawood dan Lulu, telah mengonfirmasi akan menjual beras premium dari Indonesia. “Ini sudah konfirmasi dan akan menyerap beras kita dalam waktu dekat setelah kegiatan musim haji,” ujar Rizal.
Latar Belakang dan Kualitas Beras Ekspor
Rencana ekspor ke Arab Saudi ini mulai bergulir setelah pemerintah mengumumkan swasembada beras pada awal Januari 2026. Peningkatan produksi beras telah membuat serapan dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 3,4 juta ton. Setelah memastikan surplus beras, pemerintah kemudian menjajaki peluang ekspor ke berbagai negara, termasuk Arab Saudi.
Beras yang diekspor merupakan kualitas premium dengan tingkat pecahan 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Menurut Rizal, banyak jemaah haji dan umrah asal Indonesia yang lebih menyukai beras lokal dibandingkan beras Timur Tengah. “Alhamdulillah peluang ekspor beras untuk keperluan haji tahun ini dibuka oleh Pemerintah Arab Saudi dan ini merupakan legacy bagi pemerintah untuk bisa mengekspor beras,” kata Rizal dalam keterangan resminya pada Selasa (3/2/2026).
Informasi mengenai ekspor perdana beras Bulog ini disampaikan melalui pernyataan resmi Direktur Utama PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, pada Senin, 23 Februari 2026.
