ABU DHABI – Maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Airways, mengumumkan pencapaian kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah perusahaan pada tahun 2025. Maskapai yang berbasis di Abu Dhabi ini berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar 2,6 miliar dirham UEA, atau setara dengan sekitar Rp 11,91 triliun.
Capaian impresif ini menandai peningkatan laba sebesar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini juga merupakan tahun keempat berturut-turut Etihad mencatatkan profitabilitas sejak menerapkan strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis beberapa tahun terakhir.
Kinerja Keuangan Gemilang 2025
Laporan kinerja tahunan Etihad yang dirilis pada Rabu (25/2/2026) menunjukkan total pendapatan perusahaan sepanjang 2025 mencapai 30,7 miliar dirham, atau sekitar Rp 140,67 triliun. Angka ini naik 21 persen secara tahunan, didorong oleh kontribusi signifikan dari bisnis penumpang.
Pendapatan dari segmen penumpang tercatat sebesar 25,8 miliar dirham (sekitar Rp 118,19 triliun), tumbuh 24 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, pendapatan dari bisnis kargo menyumbang 4,5 miliar dirham, atau sekitar Rp 20,61 triliun. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai 6,3 miliar dirham, setara kurang lebih Rp 28,86 triliun.
Margin laba bersih perusahaan tercatat 8,4 persen, lebih dari dua kali lipat rata-rata margin industri penerbangan global yang diproyeksikan sebesar 3,9 persen oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).
Strategi dan Pernyataan Petinggi Perusahaan
Chief Executive Officer Etihad Airways, Antonoaldo Neves, menyatakan tahun 2025 merupakan periode krusial bagi perusahaan. “Tahun 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi Etihad, dengan memberikan kinerja terkuat kami di setiap metrik utama dan menandai tahun keempat berturut-turut kami meraih keuntungan,” jelas Neves dalam keterangan resmi.
Neves menambahkan, hasil ini menegaskan keberhasilan strategi perusahaan yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan, penguatan posisi keuangan, dan peningkatan kualitas layanan. Chairman Etihad Airways, Mohammed Ali Al Shorafa, menyebut pencapaian rekor ini sebagai cerminan kekuatan strategi jangka panjang dan kualitas pelaksanaan dari kepemimpinan serta karyawan.
Al Shorafa juga menekankan peran sentral Etihad sebagai maskapai nasional UEA dalam memajukan konektivitas global Abu Dhabi, pertumbuhan pariwisata, dan diversifikasi ekonomi.
Pertumbuhan Penumpang dan Ekspansi Armada
Sepanjang tahun 2025, Etihad berhasil mengangkut 22,4 juta penumpang, meningkat 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat keterisian kursi (load factor) mencapai 88,3 persen, menunjukkan permintaan perjalanan yang kuat di seluruh jaringan rute maskapai.
Kapasitas perusahaan juga meningkat signifikan, dengan Available Seat Kilometres (ASK) mencapai 111,5 miliar. Pertumbuhan kapasitas ini didukung oleh penambahan 29 pesawat baru, menjadikan total armada Etihad mencapai 127 pesawat, yang merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
Ekspansi armada mencakup pesawat dari produsen global seperti Boeing dan Airbus, termasuk pengoperasian kembali pesawat berbadan lebar untuk rute jarak jauh tertentu. Seiring dengan pertumbuhan armada, jaringan destinasi Etihad juga bertambah dari 94 menjadi 110 destinasi di berbagai kawasan dunia, termasuk Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Utara.
Kontribusi Kargo dan Penguatan Posisi Finansial
Di segmen kargo, volume angkutan meningkat 9 persen menjadi lebih dari 700.000 leg tonnes. Kinerja ini diperkuat oleh kerja sama usaha patungan dengan perusahaan logistik asal China, SF Express. Kolaborasi tersebut menjadikan Etihad sebagai operator kargo terbesar antara daratan utama China dan Timur Tengah, dengan lebih dari 100 layanan bulanan di rute tersebut.
Dari sisi neraca keuangan, Etihad mencatat arus kas dari operasi hampir 8,0 miliar dirham, setara sekitar Rp 36,65 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendanai belanja modal serta mengurangi beban utang perusahaan. Maskapai juga memperoleh dua peningkatan peringkat kredit berturut-turut dari Fitch Ratings, sehingga peringkatnya mencapai AA-, salah satu level tertinggi di antara maskapai global.
Investasi pada Pengalaman Pelanggan dan Peran Ekonomi
Selain ekspansi kapasitas dan penguatan keuangan, Etihad juga berinvestasi pada pengalaman pelanggan sebagai salah satu faktor kunci pertumbuhan. Sepanjang 2025, maskapai ini meraih lebih dari 25 penghargaan internasional yang mencakup kategori layanan pelanggan, keselamatan, serta pengalaman perjalanan.
Perusahaan juga mencatat peningkatan Net Promoter Score (NPS) sebesar 10 persen secara tahunan, yang dicapai melalui peningkatan layanan kabin premium, penyempurnaan layanan darat, serta optimalisasi platform digital. Sebagai maskapai nasional, Etihad berperan penting dalam memperkuat konektivitas global Abu Dhabi dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata serta diversifikasi ekonomi Uni Emirat Arab.
Pertumbuhan lalu lintas penumpangnya menyumbang sekitar 50 persen dari total pertumbuhan lalu lintas udara di Uni Emirat Arab sepanjang 2025. Peningkatan jumlah penumpang transit dan wisatawan internasional turut memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan, ritel, serta layanan pendukung pariwisata lainnya.
Informasi lengkap mengenai kinerja rekor Etihad Airways ini disampaikan melalui laporan kinerja tahunan resmi perusahaan yang dirilis pada Rabu, 25 Februari 2026.
