Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menolak banding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) terkait status tujuh pemain naturalisasi mereka. Keputusan ini memastikan para pemain tersebut tetap dilarang tampil dalam pertandingan kompetitif selama satu tahun, meskipun FAM bersikukuh mempertahankan status kewarganegaraan mereka.
Latar Belakang Sanksi FIFA
Prahara ini bermula ketika FAM mendapatkan sanksi keras dari otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA. Organisasi yang dipimpin oleh Gianni Infantino tersebut menemukan bukti kuat bahwa tujuh pemain yang dinaturalisasi sama sekali tidak memiliki garis keturunan Malaysia atau darah Harimau Malaya.
Akibat temuan tersebut, FIFA melalui kebijakan tegas Gianni Infantino menjatuhkan hukuman berupa denda besar serta larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan bagi para pemain bersangkutan. Hal ini dianggap ilegal secara regulasi internasional.
Putusan CAS dan Keringanan
Merasa tidak puas, pihak Malaysia kemudian membawa kasus ini ke tingkat CAS. Setelah melalui proses persidangan selama beberapa bulan, CAS akhirnya mengeluarkan keputusan yang mengonfirmasi temuan awal FIFA.
Meskipun menganggap ketujuh pemain tersebut ilegal, pengadilan memberikan sedikit keringanan. Para pemain diperbolehkan untuk tetap berlatih, namun dilarang keras tampil dalam pertandingan kompetitif, baik di level klub maupun saat membela Timnas Malaysia, selama masa hukuman satu tahun tersebut.
Pembelaan FAM: Pemain Tak Bersalah
Merespons keputusan pahit tersebut, FAM mengeluarkan pernyataan resmi yang membela posisi para pemain. Pihak otoritas sepak bola setempat menilai bahwa para atlet tidak seharusnya dikambinghitamkan atas kesalahan prosedur administrasi yang terjadi.
“Keputusan ini amat mengecewakan, khususnya bagi para pemain,” tulis FAM dalam rilis di laman resminya, Jumat (6/3/2026). “Mereka tidak terlibat dalam proses administrasi dan tidak mempunyai pengetahuan mengenai perkara-perkara administrasi.”
Pihak federasi menekankan bahwa meski saat ini mereka tidak bisa merumput, status kewarganegaraan ketujuh pemain tersebut tetap sah dan tidak akan dicabut. “Para pemain tersebut adalah warga negara Malaysia yang telah dianugerahkan kewarganegaraan berdasarkan undang-undang di Malaysia,” tegas perwakilan federasi. Mereka diproyeksikan kembali memperkuat skuad setelah masa sanksi berakhir.
Daftar Pemain dan Dampak Bagi Tim Nasional
Adapun tujuh pemain yang saat ini harus menepi adalah Facundo Garces, Hector Hevel, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, Joao Figueiredo, Manuel Hidalgo, dan Imanol Machuca. Kehilangan tujuh pilar sekaligus menjadi tantangan berat bagi pelatih Peter Cklamovski dalam meracik komposisi tim.
Kondisi ini tentu berdampak langsung pada persiapan Timnas Malaysia yang dijadwalkan kembali berlaga dalam Kualifikasi Piala Asia 2027 pada bulan ini. Tanpa kehadiran nama-nama tersebut, kekuatan Harimau Malaya dipastikan berkurang signifikan.
Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang dirilis pada Jumat, 6 Maret 2026.
