Kursi kepelatihan tim nasional Maroko menjadi sorotan tajam menjelang Piala Dunia 2026. Rumor mengenai pencarian nakhoda baru mencuat, dengan nama legenda Barcelona, Xavi Hernandez, santer dikaitkan untuk memimpin skuad Singa Atlas. Namun, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) telah mengeluarkan bantahan resmi terkait spekulasi tersebut.
Spekulasi Xavi Hernandez dan Tekanan untuk Walid Regragui
Spekulasi mengenai Xavi Hernandez muncul seiring dengan rumor berakhirnya masa bakti Walid Regragui. Nama mantan gelandang Spanyol itu tetap menjadi perbincangan hangat sebagai kandidat potensial untuk Piala Dunia 2026, meskipun FRMF telah merilis pernyataan resmi.
Isu mundurnya Walid Regragui tidak terlepas dari performa antiklimaks Maroko pada Piala Afrika 2025. Saat bermain di kandang sendiri di Rabat, tim Singa Atlas kalah 0-1 dari Senegal dalam final yang diwarnai kontroversi.
Hasil tersebut kontras dengan pencapaian Regragui pada Piala Dunia 2022. Empat tahun lalu, ia sukses membawa Maroko mencetak sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal, mengalahkan Portugal. Meskipun akhirnya takluk dari Prancis di semifinal dan Kroasia dalam perebutan tempat ketiga, Regragui sempat dipuja sebagai pahlawan nasional sebelum tekanan publik meningkat belakangan ini.
FRMF Bantah Rumor Pergantian Pelatih
Menanggapi rumor yang beredar, Federasi Sepak Bola Maroko (FRMF) telah merilis konfirmasi resmi. Mereka menegaskan bahwa posisi pelatih kepala tim nasional masih dipegang oleh Walid Regragui, juru taktik berusia 50 tahun tersebut.
“Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko membantah kabar yang beredar mengenai penunjukan pelatih baru untuk tim nasional,” bunyi konfirmasi resmi FRMF. Federasi juga menambahkan bahwa mereka akan memberitahukan publik tentang semua perkembangan terkait tim nasional pada waktu yang tepat, seperti yang telah dilakukan sebelumnya.
Analisis Xavi Hernandez dan Opsi Pelatih Lain
Xavi Hernandez menarik perhatian karena statusnya yang bebas kontrak sejak berpisah dengan Barcelona pada 2024. Meskipun memiliki reputasi elite sebagai pelatih klub, kurangnya pengalaman melatih tim nasional menjadi pertimbangan utama bagi FRMF.
Bein Sports mengulas profil pelatih kelahiran Terrassa, 25 Januari 1980, tersebut. “Profilnya sesuai dengan apa yang dicari oleh Maroko: seorang pelatih dengan pengalaman tingkat elite dan kemampuan untuk mengelola tekanan di panggung besar,” tulis Bein Sports. “Pejabat federasi dilaporkan melihat Xavi sebagai figur ideal untuk mengonsolidasikan kemajuan Maroko di panggung global.”
Namun, Bein Sports juga mencatat bahwa Xavi secara historis lebih memilih memulai proyek dari awal daripada bergabung di tengah siklus. Selain Xavi, opsi lokal seperti Mohamed Ouahbi, yang sukses membawa timnas junior menjuarai Piala Dunia U-20 2025, juga muncul sebagai kandidat.
Waktu yang sempit menjadi tantangan besar, mengingat Piala Dunia 2026 di Amerika Utara akan dimulai dalam waktu kurang dari tiga bulan. Maroko sendiri tergabung dalam grup yang cukup berat bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti.
Informasi lengkap mengenai status kepelatihan tim nasional Maroko disampaikan melalui pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) yang dirilis kepada publik.
