Sepak Bola

FIFA dan IFAB Pertimbangkan ‘Vinicius Law’, Aturan Baru untuk Sanksi Pemain yang Tutup Mulut Saat Berbicara di Lapangan

Advertisement

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) bersama Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) tengah mengkaji penerapan aturan baru bernama ‘Vinicius Law’. Regulasi ini disiapkan untuk menindak tegas pemain yang berbicara sambil menutup mulut saat pertandingan berlangsung, sebagai respons terhadap insiden dugaan rasisme di lapangan.

FIFA dan IFAB Jajaki Aturan Baru ‘Vinicius Law’

Melansir laporan PA Media, ‘Vinicius Law’ lahir dari kesulitan memverifikasi ucapan pemain di lapangan. Dengan adanya larangan ini, ofisial pertandingan akan memiliki dasar hukum untuk menindak perilaku komunikasi tertutup yang berpotensi menyembunyikan hinaan atau ucapan rasial. Gagasan ini muncul setelah kontroversi dalam laga kompetisi Eropa musim 2025-2026 yang memicu sorotan luas dan mendorong pembahasan regulasi baru demi menekan praktik rasisme dalam sepak bola.

Duduk Perkara Dugaan Rasisme Gianluca Prestianni

Kasus yang menjadi pemicu utama bermula dalam pertandingan play-off 16 besar Liga Champions UEFA antara Benfica melawan Real Madrid. Dalam laga tersebut, pemain Benfica, Gianluca Prestianni, diduga melontarkan ucapan rasial kepada bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Prestianni disebut memanggil Vinicius dengan kata ‘mono’ atau monyet. Dugaan ini muncul ketika ia berbicara sambil menutup mulut menggunakan kaus, membuat banyak pihak kesulitan memastikan ucapan yang sebenarnya terlontar.

Meskipun belum dinyatakan bersalah, pemain asal Argentina tersebut sempat menerima larangan bertanding satu laga. Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani oleh UEFA, dengan sanksi berupa larangan tampil hingga 10 pertandingan di kompetisi Eropa jika terbukti melakukan tindakan rasial.

Advertisement

Dukungan dan Bantahan Terhadap Wacana Aturan

Wacana ‘Vinicius Law’ mendapat dukungan dari sejumlah pelaku sepak bola, termasuk kiper Real Madrid, Thibaut Courtois. “Jika larangan menutup mulut dapat mengakhiri hinaan semacam ini, saya akan menyambutnya,” ujar Courtois, dikutip dari The Athletic. Ia menambahkan, “Saya tidak keberatan (dengan aturan itu) jika bisa membasmi rasisme.”

Di sisi lain, Prestianni membantah tudingan rasis. Mantan pemain Velez Sarsfield tersebut menegaskan tidak mengucapkan kata rasial kepada Vinicius, namun mengaku sempat melontarkan kata homofobik saat menutup mulut dengan kaus.

Informasi lengkap mengenai wacana ‘Vinicius Law’ dan penanganan kasus dugaan rasisme ini disampaikan melalui laporan PA Media dan pernyataan resmi dari pihak terkait.

Advertisement