Finansial

Gandeng JPEN, KEK Industropolis Batang Umumkan Rencana Pengembangan EBT 180 MW untuk Industri Berkelanjutan

Advertisement

PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) dan PT Jateng Petro Energi (Perseroda) (JPEN) resmi menjalin kerja sama strategis. Keduanya menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat keandalan pasokan listrik serta mengakselerasi pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di KEK Industropolis Batang, sebuah kawasan industri strategis nasional.

Penguatan Infrastruktur Energi dan Target EBT 180 MW

Sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, pengelola KEK Industropolis Batang menargetkan pasokan listrik 24 jam tanpa gangguan bagi seluruh tenant industri. Langkah ini juga mendorong transformasi menuju ekosistem industri berbasis energi terbarukan yang kompetitif di tingkat nasional dan global.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, A.A. Putu Ngurah Wirawan, menegaskan bahwa sektor energi merupakan fondasi utama pembangunan kawasan industri modern dan berkelanjutan. “Kawasan industri tidak bisa hanya bergantung pada penyewaan lahan. Kami membangun ekosistem bisnis jangka panjang melalui pengelolaan utilitas seperti listrik, gas, dan pengolahan limbah sebagai sumber recurring income. Kehadiran JPEN melengkapi kesiapan infrastruktur energi yang andal bagi investor di KEK Industropolis Batang,” jelasnya dalam siaran pers, Jumat (27/2/2026).

Penguatan sektor energi ini merupakan bagian dari strategi kawasan untuk menghadirkan kepastian operasional, efisiensi biaya jangka panjang, serta standar industri berkelanjutan bagi investor nasional maupun global.

Blueprint Energi Terintegrasi dari JPEN

Direktur Utama JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menyampaikan kolaborasi ini sebagai sinergi strategis antara BUMD energi dan kawasan industri nasional. “Kami menyambut kerja sama ini dengan optimisme. JPEN akan menyiapkan blueprint pengembangan energi terintegrasi, termasuk penyediaan listrik 24 jam yang andal dan berkualitas tinggi,” ujar Dwi.

Ke depan, JPEN merencanakan pengembangan investasi EBT hingga 180 MW. Sumber energi terbarukan ini akan berasal dari pembangkit tenaga surya (solar panel), tenaga bayu (angin), serta potensi energi gelombang laut. Diversifikasi sumber energi ini ditujukan untuk memperkuat stabilitas sistem kelistrikan kawasan sekaligus meningkatkan daya saing industri Jawa Tengah menuju standar premium industrial estate yang berorientasi pada keberlanjutan.

Advertisement

Dukungan Gubernur Jawa Tengah untuk Green Economy

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa KEK Industropolis Batang merupakan etalase investasi Provinsi Jawa Tengah sekaligus bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). “Kawasan ini harus memiliki daya saing nasional dan global. Investor hari ini mencari kepastian pasokan dan energi terbarukan. Jawa Tengah menargetkan bauran energi terbarukan 22 persen, dan kawasan industri harus menjadi garda terdepan implementasinya,” tegasnya.

Menurut Gubernur Luthfi, MoU ini perlu segera ditindaklanjuti agar KEK Industropolis Batang dapat menjadi ikon kawasan industri berbasis green economy di Jawa Tengah, sekaligus referensi pengembangan kawasan industri lainnya.

Memperkuat Posisi sebagai Green Industrial Hub

Kerja sama antara pengelola KEK Industropolis Batang dan JPEN difokuskan pada dua aspek utama: keandalan pasokan listrik 24 jam tanpa gangguan bagi tenant industri serta pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari transformasi kawasan.

Dengan penguatan infrastruktur energi yang andal dan berorientasi pada keberlanjutan, KEK Industropolis Batang diarahkan untuk memperkuat posisinya sebagai green industrial hub di Jawa Tengah, sekaligus magnet investasi strategis di Indonesia.

Informasi lengkap mengenai kerja sama ini disampaikan melalui siaran pers resmi PT Kawasan Industri Terpadu Batang yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.

Advertisement