Finansial

Garuda Indonesia Umumkan Penyesuaian Rute, Pastikan Keamanan Penerbangan di Tengah Konflik Timur Tengah

Advertisement

Ketegangan konflik antara Iran dan Israel telah memicu perubahan signifikan pada operasional penerbangan global, termasuk di Indonesia. Maskapai nasional Garuda Indonesia memastikan seluruh penerbangan internasionalnya tidak melintasi wilayah udara yang terdampak konflik di Timur Tengah, sebagai langkah antisipasi terhadap eskalasi situasi kawasan.

Penyesuaian Operasional Garuda Indonesia

Manajemen Garuda Indonesia mengonfirmasi bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif, dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan operasional penerbangan. Sebelumnya, maskapai ini juga telah mengumumkan penutupan penerbangan dari dan menuju Doha, Qatar.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk memastikan perjalanan yang aman dan andal bagi seluruh penumpang. Seluruh jalur penerbangan internasional lainnya dipastikan tetap berjalan normal dan tidak melewati zona konflik.

Garuda Indonesia terus berkoordinasi secara aktif dengan otoritas penerbangan dan pemangku kepentingan terkait guna memantau perkembangan situasi serta memastikan kesiapan langkah mitigasi yang diperlukan. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan maskapai mitra untuk penanganan penumpang terdampak, termasuk implementasi kebijakan kompensasi yang berlaku.

Untuk informasi terbaru mengenai jadwal penerbangan, pelanggan dapat mengakses Contact Center Garuda Indonesia selama 24 jam di 021-2351 9999 atau 0804 1 807 807. Layanan Live Chat melalui linktr.ee/contactGIA serta kanal komunikasi resmi perusahaan juga tersedia.

Dampak Konflik pada Penerbangan Global

Eskalasi konflik Iran-Israel telah menyebabkan sejumlah negara menutup wilayah udaranya, termasuk Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Kondisi ini memaksa banyak maskapai global untuk menghentikan atau membatalkan penerbangan ke dan dari Timur Tengah.

Advertisement

Air India, misalnya, menghentikan seluruh penerbangan ke Timur Tengah sejak Sabtu lalu, dan memperluas pembatalan untuk rute India–Eropa serta India–Amerika Serikat pada Minggu lalu.

Etihad Airways juga membatalkan semua penerbangan dari dan menuju Abu Dhabi hingga Minggu sore lalu. Sementara itu, Grup Lufthansa menghentikan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Iran hingga 7 Maret 2026, serta mengalihkan rute untuk menghindari wilayah terdampak.

Maskapai asal Amerika Serikat turut melakukan penyesuaian signifikan. Penerbangan American Airlines dari Philadelphia ke Doha terpaksa berbalik arah, kembali ke Amerika Serikat. Sejumlah penerbangan Emirates dari Amerika Serikat ke Dubai dialihkan ke bandara-bandara di Eropa.

United Airlines membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Dubai untuk beberapa hari ke depan, sedangkan Delta Air Lines menghentikan sementara layanan ke Tel Aviv. Maskapai-maskapai ini juga meningkatkan langkah pengamanan, termasuk meminta awak kabin tetap berada di hotel demi keselamatan.

Informasi lengkap mengenai penyesuaian operasional penerbangan ini disampaikan melalui pernyataan resmi manajemen Garuda Indonesia yang dirilis pekan lalu.

Advertisement