Finansial

Gejolak Geopolitik Dorong Harga Emas Dunia Melonjak Tajam, Investor Buru Aset Safe Haven

Advertisement

Harga emas dunia melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin (2/3/2026), mencapai 5.348,49 dollar AS per ons. Kenaikan signifikan ini terjadi menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar ke Iran.

Kenaikan Harga Emas Pasca-Serangan

Pada Senin dini hari waktu GMT, harga emas di pasar spot tercatat naik 1,35 persen menjadi 5.348,49 dollar AS per ons pada pukul 23.16 GMT atau 06.16 WIB. Kontrak emas berjangka Amerika Serikat juga menunjukkan lonjakan 2,2 persen, mencapai 5.362,30 dollar AS per ons.

Eskalasi konflik dipicu oleh gelombang serangan baru Israel ke Teheran pada Minggu (1/3/2026) yang kemudian dibalas Iran dengan rentetan serangan rudal. Peristiwa ini terjadi sehari setelah laporan mengenai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang semakin memicu ketidakpastian stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Emas sebagai Aset Safe Haven

Analis independen Ross Norman menegaskan bahwa emas berfungsi sebagai indikator utama meningkatnya ketidakpastian global. Emas dikenal sebagai aset aman atau safe haven, instrumen investasi yang banyak dicari investor saat risiko pasar meningkat.

“Emas mungkin merupakan barometer terbaik untuk mencerminkan ketidakpastian global, dan tekanannya terus meningkat,” ujar Norman. Ia menambahkan, “Kita bisa memperkirakan harga emas akan kembali mencetak rekor baru seiring memasuki era baru ketidakpastian geopolitik.”

Proyeksi dan Faktor Pendorong

Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak sekitar 64 persen. Kenaikan ini didorong oleh pembelian besar-besaran oleh bank sentral, arus masuk yang kuat ke exchange-traded funds (ETF), serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Advertisement

Pekan lalu, J.P. Morgan dan Bank of America kembali menegaskan proyeksi bahwa harga emas berpotensi menembus 6.000 dollar AS per ons. J.P. Morgan bahkan memperkirakan permintaan dari bank sentral dan investor akan mendorong harga mencapai 6.300 dollar AS per ons pada akhir tahun 2026.

Dampak Data Ekonomi AS dan Logam Mulia Lain

Data yang dirilis pada Jumat (28/2/2026) menunjukkan harga produsen Amerika Serikat naik lebih tinggi dari perkiraan pada Januari 2026, mengindikasikan potensi peningkatan inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Pelaku pasar kini mencermati data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, meliputi laporan ketenagakerjaan ADP, klaim pengangguran mingguan, serta laporan non-farm payrolls.

Di pasar logam mulia lain, harga perak spot naik 1,21 persen menjadi 94,95 dollar AS per ons, sementara platinum menguat 0,31 persen ke 2.372 dollar AS per ons. Namun, harga paladium justru turun 0,35 persen menjadi 1.779,80 dollar AS per ons.

Informasi mengenai pergerakan harga emas dunia dan analisis pasar ini dihimpun dari laporan pasar global dan pernyataan analis independen yang dirilis pada Senin, 02 Maret 2026.

Advertisement