Sepak Bola

German Open 2026: Ganda Putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti Terhenti di Semifinal, Fokus Penuh ke All England

Advertisement

Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, harus mengakhiri perjalanan mereka di German Open 2026 setelah takluk di babak semifinal. Kini, pasangan yang akrab disapa Tiwi/Fadia tersebut segera mengalihkan fokus dan mempersiapkan diri untuk turnamen bergengsi All England 2026.

Perjalanan Tiwi/Fadia di German Open 2026

Pada Sabtu, 28 Februari 2026, langkah Tiwi/Fadia terhenti di semifinal German Open 2026. Mereka menghadapi pasangan tangguh asal China, Li Yi Jing/Wang Yi Duo, dalam pertandingan sengit yang berakhir dengan rubber game. Tiwi/Fadia kalah dengan skor tipis 18-21, 21-8, 19-21.

Evaluasi Permainan dan Poin Kritis

Amallia Cahaya Pratiwi mengungkapkan bahwa di game pertama, mereka sebenarnya sudah menemukan pola permainan yang diinginkan. “Tapi sayang di poin-poin kritis saya cukup banyak melakukan unforced error. Di situlah fokus saya sedikit menurun,” jelas Tiwi dalam keterangan tertulis PBSI. Kebangkitan sempat terlihat di game kedua, di mana Tiwi/Fadia berhasil mendominasi dan memenangkan set dengan skor 21-8.

Namun, di game penentuan, pasangan Indonesia ini kembali kehilangan momentum di poin-poin krusial. “Game ketiga sebenarnya juga sudah mencoba, tapi di poin-poin akhir malah jadi terlalu hati-hati. Padahal harusnya lebih berani ambil keputusan,” tambah Tiwi. Ia menekankan pentingnya fokus di poin-poin akhir serta antisipasi bola-bola tanggung.

Siti Fadia Silva Ramadhanti turut menyoroti kurangnya kepercayaan diri saat mengolah bola di momen-momen genting. “Di game pertama dan ketiga, terutama di akhir-akhir, kami terlalu hati-hati dan seperti takut melakukan kesalahan. Akhirnya justru jadi tidak lepas,” ujar Fadia.

Advertisement

Tatap All England 2026 dengan Optimisme

Meski harus menelan kekalahan, Tiwi/Fadia tidak ingin berlarut dalam kekecewaan. Mereka segera mengalihkan pandangan ke turnamen All England 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai Selasa, 3 Maret 2026. Pasangan ini akan segera menyusul atlet-atlet Indonesia lainnya ke Inggris.

Strategi Pemulihan dan Latihan

Fadia menjelaskan bahwa prioritas utama adalah pemulihan kondisi fisik setelah pertandingan semifinal yang menguras tenaga. “Persiapan menuju All England, yang pertama tentu recovery kondisi dulu karena hari ini habis main semifinal,” tutur Fadia. Ia menambahkan, jika ada kesempatan, mereka akan tetap berlatih untuk memastikan kesiapan maksimal. “Pastinya kami ingin memberikan yang terbaik di All England nanti,” tegasnya.

Informasi lengkap mengenai perjalanan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti di German Open 2026 dan persiapan menuju All England disampaikan melalui pernyataan resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada Minggu, 01 Maret 2026.

Advertisement