Sepak Bola

Getafe Bikin Real Madrid Frustrasi di Bernabeu: Taktik Bertahan Jose Bordalas Kunci Kemenangan Penting

Advertisement

Getafe berhasil menaklukkan Real Madrid 1-0 di Santiago Bernabeu pada Senin (2/3/2026) dini hari WIB, memicu frustrasi di kubu Los Blancos. Gol semata wayang Martin Satriano pada menit ke-39 menjadi penentu kemenangan tim tamu.

Kunci Kemenangan Getafe: Taktik Pragmatis Jose Bordalas

Getafe menerapkan strategi permainan pragmatis yang berfokus meredam ritme Real Madrid. Pendekatan taktik ini menjadi sorotan setelah mereka berhasil menaklukkan raksasa Spanyol tersebut.

Tim asuhan Jose Bordalas menggunakan tekanan fisik serta pelanggaran taktis terukur untuk mengganggu alur permainan Los Blancos. Hal ini berhasil membuat sebagian pemain Real Madrid frustrasi di lapangan.

Media Inggris, The Guardian, menganalisis bahwa Real Madrid kesulitan menembus tembok pertahanan Los Azulones yang memasang lima pemain bertahan. Taktik bertahan disiplin ini menyulitkan Los Blancos mengembangkan permainan.

Real Madrid Frustrasi Meski Dominasi Penguasaan Bola

Selain mengutamakan permainan fisik, Getafe juga menerapkan blok pertahanan yang sangat disiplin. Struktur defensif rapat ini menutup ruang gerak Real Madrid.

Meskipun Real Madrid mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola hingga 77 persen, mereka gagal menciptakan satu gol pun sepanjang laga. Situasi ini menjadi faktor utama pemicu frustrasi para pemain tuan rumah.

Ketegangan memuncak pada masa injury time ketika Getafe mulai mengontrol jalannya pertandingan. Mereka memanfaatkan momen untuk mengulur waktu demi mempertahankan keunggulan tipis.

Advertisement

Kartu Merah Mastantuono, Puncak Kekecewaan Real Madrid

Rasa frustrasi pemain Real Madrid semakin terlihat jelas setiap kali peluang gagal dituntaskan menjadi gol. Puncaknya adalah kartu merah yang diterima gelandang muda Franco Mastantuono.

Mastantuono melancarkan protes keras terhadap wasit Alejandro Muniz setelah Getafe diberikan tendangan bebas. Laporan resmi wasit menyebut Mastantuono berteriak dua kali dengan kalimat bernada menghina.

Aksi tersebut berujung pada kartu merah langsung untuk Mastantuono. Insiden ini terjadi pada masa injury time, menambah kekecewaan Real Madrid.

Tanggapan Pelatih Alvaro Arbeloa

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyayangkan perilaku pemainnya. “Perilaku seperti itu tidak bisa diterima, perilaku Mastantuono tidak bisa terjadi,” ujar Arbeloa seusai pertandingan, dikutip dari Goal.

Pernyataan Arbeloa tersebut menegaskan bahwa tindakan Mastantuono tidak dapat ditoleransi, mencerminkan kekecewaan mendalam dari kubu Real Madrid atas hasil dan insiden tersebut.

Informasi lengkap mengenai jalannya pertandingan dan insiden kartu merah ini disampaikan melalui laporan resmi wasit dan pernyataan pelatih yang dirilis oleh berbagai media olahraga Spanyol dan internasional.

Advertisement