Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja, kembali menjadi sorotan setelah konsistensinya dalam beradaptasi dengan delapan pasangan berbeda menuai pujian dari komentator BWF asal Inggris, Ben Beckman. Meski baru saja tersingkir di semifinal German Open 2026 bersama partner barunya, Hee Yong Kai Terry, Gloria tetap menunjukkan semangat untuk menghadapi tantangan selanjutnya di All England 2026.
Pujian Komentator BWF untuk Adaptasi Gloria
Komentator BWF, Ben Beckman, secara khusus menyoroti kemampuan adaptasi Gloria Emanuelle Widjaja yang luar biasa. Melalui akun Instagram pribadinya, Beckman mengungkapkan kekagumannya terhadap Gloria yang selalu menemukan cara untuk tampil kompak dan meraih gelar juara bersama setiap pasangannya. “Gloria seringkali berganti pasangan di ganda campuran. Saya pikir sudah delapan kali dia mengalaminya,” tulis Ben Beckman. Ia menambahkan, “Dia selalu menemukan jalan untuk bisa nyetel dan kompak bersama setiap pasangan. Meraih gelar juara bareng enam di antaranya (3 di World Tour).”
Perjalanan Baru dengan Hee Yong Kai Terry
Tahun ini, Gloria memulai babak baru dalam kariernya bersama atlet asal Singapura, Hee Yong Kai Terry, membentuk pasangan ganda campuran lintas negara. Terry menjadi partner kedelapan Gloria sejak karier junior hingga senior. Sebelumnya, Gloria pernah berpasangan dengan Alfian Eko Prasetya, Edi Subaktiar, Riky Widianto, Hafiz Faizal, Dejan Ferdinansyah, Rehan Naufal Kusharjanto, dan Aquino Evano Keneddy Tangka. Hampir seluruhnya berhasil naik podium tertinggi bersama Gloria, kecuali Riky Widianto yang nirgelar. Performa terbaik Gloria di ranking dunia BWF tercatat saat berpasangan dengan Hafiz Faizal (peringkat 6) dan Dejan Ferdinansyah (peringkat 8).
Tersingkir di German Open 2026 dan Evaluasi
Meski mendapat pujian, perjalanan Terry/Gloria di German Open 2026 harus terhenti di babak semifinal. Mereka dikalahkan wakil Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, dalam dua gim langsung dengan skor 19-21, 16-21 pada Sabtu, 28 Februari 2026. Gloria mengakui bahwa performa mereka tidak sesuai rencana dan di luar ekspektasi. “Secara performa memang tidak sesuai dengan yang sudah kami rencanakan. Rasanya di luar ekspektasi,” kata Gloria dalam keterangan tertulis PBSI. Ia menekankan pentingnya belajar lebih tenang dalam situasi tertekan dan memperkuat komunikasi di lapangan agar tetap fokus.
Tantangan di All England 2026
Setelah German Open, Terry/Gloria akan langsung bergegas menuju turnamen bergengsi All England 2026. Tantangan berat menanti mereka di babak 32 besar pada Selasa, 3 Maret 2026, di mana mereka akan langsung berjumpa unggulan kedua, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dari China. Pertandingan ini akan menjadi ujian adaptasi dan mentalitas bagi pasangan lintas negara tersebut.
Informasi mengenai perjalanan dan pernyataan Gloria Emanuelle Widjaja ini disampaikan melalui keterangan tertulis PBSI dan unggahan komentator BWF Ben Beckman.
