Grab Indonesia memastikan seluruh mitra pengemudi akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) untuk Lebaran tahun 2026. Nominal BHR kali ini dijanjikan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun detail besaran masih dalam tahap pembahasan intensif bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Grab Pastikan BHR 2026 Lebih Tinggi dan Cair Tepat Waktu
Chief Executive Officer (CEO) Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan apresiasi kepada mitra pengemudi. “Kami mengapresiasi teman-teman mitra pengemudi yang berprestasi dan konsistensi layanan dan komitmen yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Neneng di Jakarta, Kamis (28/2/2026).
Neneng menambahkan bahwa detail mengenai BHR masih menunggu arahan dari Kemnaker. Namun, ia memastikan bahwa pencairan BHR akan dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri, sehingga mitra dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan Lebaran. “Semua mitra yang berhak menerima, pasti akan mendapatkannya sebelum hari raya. Tidak mungkin diberikan setelah hari raya,” tegasnya.
Meskipun besaran bonus belum dirinci, Grab menjamin adanya peningkatan nilai dibandingkan tahun sebelumnya. “Apakah ada peningkatan? Pasti ada peningkatan. Untuk besarannya, mohon ditunggu. Kami akan sampaikan pada waktunya,” kata Neneng, meminta mitra untuk bersabar menunggu pengumuman resmi.
Peran Grab sebagai Bantalan Sosial dan Fleksibilitas Kemitraan
Dalam kesempatan yang sama, Neneng Goenadi menyoroti karakteristik unik layanan ride-hailing berbasis kemitraan seperti Grab. Model ini menawarkan fleksibilitas tinggi, memungkinkan siapa pun bergabung tanpa proses rekrutmen yang panjang, berbeda dengan sektor formal.
“Model kemitraan ini menjadi bantalan sosial yang responsif, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif penghasilan atau belum terserap di sektor formal,” jelas Neneng. Ia menambahkan, ekosistem kerja fleksibel ini baru berkembang pesat dalam satu dekade terakhir berkat kematangan teknologi digital.
Data Grab menunjukkan inklusivitas platform ini. Lebih dari 50 persen mitra pengemudi berusia di atas 36 tahun, bahkan sebagian besar di atas 45 tahun. Dari sisi pendidikan, 69 persen merupakan lulusan SMA, sementara 31 persen di atas SMA. “Artinya platform ini inklusif untuk berbagai latar belakang,” kata Neneng.
Grab juga mencatat partisipasi signifikan dari kelompok rentan, dengan sekitar 182.500 mitra perempuan dan lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif. Menariknya, satu dari dua mitra pengemudi sebelumnya adalah korban pemutusan hubungan kerja (PHK), menegaskan fungsi Grab sebagai “bantalan sosial” yang menyediakan peluang penghasilan.
Sejak 2015, total mitra terdaftar mencapai 3,7 juta orang, dengan 700.000 hingga 800.000 mitra aktif setiap bulan. Angka ini dinamis karena fleksibilitas kerja. Mayoritas mitra, lebih dari 80 persen GrabBike dan sekitar 67 persen GrabCar, menjadikan Grab sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, ada pula mitra yang berpenghasilan lebih dari Rp 10 juta per bulan sebagai nafkah utama.
Rata-rata mitra roda dua menyelesaikan 28 order per hari, sementara roda empat sekitar 11 order. “Kami memiliki banyak kisah inspiratif, mulai dari kepala keluarga yang membiayai sekolah anak, ibu tunggal yang menghidupi keluarga, hingga profesional seperti dokter yang menjadi mitra di sela waktu studinya,” tutur Neneng.
Program “Grab untuk Indonesia” Perkuat Perlindungan dan Pemberdayaan Mitra
Memasuki tahun 2026, Grab berkomitmen memperkuat perlindungan dan pemberdayaan mitra melalui program “Grab untuk Indonesia” dengan investasi lebih dari Rp 100 miliar. “Pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan hanya bisa terjadi jika mitra merasa aman, berdaya, dan memiliki masa depan,” ujar Neneng.
Program ini memiliki tiga pilar utama. Pertama, Menjaga Rasa Aman, melalui pemberian BPJS Ketenagakerjaan gratis bagi mitra berprestasi tanpa mengurangi fleksibilitas kemitraan. Kedua, Memberi Makna, dengan komitmen pemberian Bonus Hari Raya (BHR) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan konsistensi layanan.
Pilar ketiga adalah Mitra Naik Kelas, yang berfokus pada pengembangan kapasitas dan peluang usaha. Lebih dari 3.400 mitra telah berhasil menjadi GrabMerchant, dan sekitar 1.700 mitra GrabBike telah beralih menjadi GrabCar. “Kami percaya setiap mitra memiliki kesempatan untuk berkembang. Fleksibilitas membuka ruang produktivitas yang beragam,” tegas Neneng.
Informasi lengkap mengenai kebijakan BHR 2026 dan program “Grab untuk Indonesia” disampaikan melalui pernyataan resmi CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, yang dirilis pada Kamis, 28 Februari 2026.
