Sepak Bola

Guardiola Soroti Undian Liga Champions yang Aneh, Dorong UEFA Perbarui Regulasi Babak Gugur

Advertisement

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menanggapi hasil undian babak 16 besar Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026 yang kembali mempertemukan timnya dengan Real Madrid. Pertemuan ini menandai rivalitas yang semakin intens di panggung tertinggi Eropa, mengingat kedua tim telah berhadapan sebanyak 11 kali sejak awal tahun 2020.

Dalam keterangannya, Pep Guardiola mendorong pihak UEFA untuk segera melakukan evaluasi terhadap regulasi babak gugur. Ia berharap ada perubahan aturan guna mencegah terulangnya pertandingan antara tim-tim yang sudah pernah bersua di fase awal kompetisi pada musim yang sama.

Frekuensi Pertemuan yang “Aneh”

Pelatih asal Spanyol tersebut tidak menampik bahwa frekuensi pertemuan yang terlalu sering dengan lawan yang sama terasa tidak biasa. Berdasarkan hasil undian hari Jumat, total pertemuan kedua tim akan segera mencapai angka 13 kali sejak masa kepemimpinan sang pelatih di Stadion Etihad dimulai.

“Ya, memang agak aneh menghadapi Real Madrid lagi,” kata Pep Guardiola dikutip dari SI.

Guardiola menyoroti bagaimana tim-tim seperti Liverpool atau Newcastle United juga mengalami pengulangan lawan dari fase sebelumnya. Pelatih asal Spanyol itu menilai format saat ini memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya.

“Tidak sering terjadi bahwa pertandingan terakhir babak penyisihan grup—Real Madrid vs. Benfica —menjadi undian pertama. Kelihatannya berbeda. Orang mungkin setuju atau tidak setuju, tetapi memang berbeda,” lanjutnya.

Advertisement

Tantangan Berat dan Persaingan Global

Langkah Manchester City menuju partai puncak diprediksi tidak akan mudah. Selain harus melewati hadangan Los Blancos, bagan undian menunjukkan potensi pertemuan dengan tim-tim elite lainnya seperti Bayern Muenchen, Chelsea, hingga juara bertahan Paris Saint-Germain.

Meski demikian, Guardiola menolak anggapan bahwa tim lain seperti Arsenal memiliki jalur yang lebih ringan. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak menghormati tim-tim papan atas lainnya.

“Itu akan sangat tidak sopan terhadap, misalnya Newcastle, Barcelona, tim-tim papan atas, Atletico Madrid atau Spurs,” tegas Pep Guardiola. “Jadi saya bukan penggemar pernyataan itu bahwa itu adalah bagian undian yang lebih mudah.”

Ia menambahkan bahwa di level tertinggi seperti Liga Champions, setiap tim memiliki ancaman yang tidak bisa diremehkan. Guardiola bahkan menyebutkan Bodø/Glimt sebagai contoh tim yang kini dipandang sangat kuat.

“Sekarang, bagi semua orang Bodø/Glimt adalah tim terbaik, kan? Bodø/Glimt sekarang adalah, ‘Ya Tuhan, tim yang luar biasa!’ Jadi, Liga Champions sangat sulit,

Advertisement