Harga emas dunia kembali menguat signifikan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (2/3/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mendorong investor memburu aset yang dinilai aman.
Berdasarkan data TradingView pada pukul 11.32 WIB, harga emas di pasar spot tercatat di level 5.361,075 dollar AS per troy ons. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 82,565 poin atau 1,56 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Ketegangan Geopolitik Dorong Harga Emas Global
Pada awal sesi perdagangan, harga emas sempat melonjak sekitar 2,2 persen dan menembus 5.390 dollar AS per troy ons sebelum pergerakannya menjadi lebih moderat. Kenaikan ini terjadi setelah serangkaian serangan militer antara AS dan Israel terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal Teheran ke sejumlah target di kawasan, termasuk pangkalan militer AS dan Israel.
Secara historis, emas kerap menjadi aset lindung nilai ketika ketidakpastian meningkat. Ketegangan geopolitik yang meluas, ditambah kebijakan luar negeri AS yang dinilai semakin agresif di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, memperpanjang tren kenaikan logam mulia tersebut.
Minat Investor dan Dukungan Fundamental
Sejak awal tahun 2026, harga emas dunia telah menguat sekitar 25 persen. Meski sempat terkoreksi dari rekor tertinggi di atas 5.595 dollar AS per troy ons pada akhir Januari, minat investor tetap terjaga.
Permintaan dari bank sentral serta pergeseran dana dari obligasi pemerintah dan mata uang ke aset riil turut menopang harga emas. Dikutip dari Bloomberg pada Senin (2/3/2026), analis di Franklin Templeton Institute menilai bahwa dalam kondisi pasar yang mengutamakan pengelolaan risiko, emas cenderung diuntungkan.
Investor lebih dahulu membayar premi risiko dibanding mempertimbangkan fundamental jangka panjang. Mereka menyarankan adanya paparan selektif pada emas ketimbang mengambil posisi short di pasar saham.
Dampak Luas pada Pasar Komoditas Lain
Ketegangan geopolitik juga berdampak pada pasar energi. Harga minyak sempat melonjak pada awal perdagangan Senin karena kekhawatiran gangguan pasokan global apabila Selat Hormuz terdampak konflik, meski kemudian kenaikannya mereda.
Pada saat yang sama, indeks dollar AS menguat hingga 0,4 persen. Hong Hao, Chief Investment Officer Lotus Asset Management Ltd, mengatakan kenaikan emas, minyak, dan komoditas lain tetap terjadi meskipun dollar AS menguat.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa aset riil seperti emas kembali dipandang sebagai bentuk perlindungan nilai di tengah situasi yang tidak biasa,” ujar Hong Hao.
Pada perdagangan Senin (2/3/2026) pagi waktu Singapura, harga emas di pasar spot masih bertahan di zona positif. Sementara itu, harga perak turun tipis, platinum melemah, dan paladium menguat.
Informasi lengkap mengenai pergerakan harga komoditas ini disampaikan melalui laporan pasar dari TradingView dan Bloomberg yang dirilis pada Senin, 02 Maret 2026.
