Finansial

Harga Emas Hari Ini Turun 0,8 Persen, Pasar Pantau Sinyal Suku Bunga The Fed dan Risalah Rapat FOMC

Advertisement

Harga emas dunia mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (17/2/2026) seiring meredanya ketegangan geopolitik di Iran dan Rusia serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Investor saat ini cenderung bersikap menunggu rilis risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Januari yang dijadwalkan terbit pekan ini untuk membaca arah kebijakan moneter lebih lanjut.

Rincian Penurunan Harga Logam Mulia

Berdasarkan data perdagangan pukul 03.45 GMT, harga emas spot tercatat turun 0,8 persen menjadi 4.953,90 dolar AS per ounce atau setara Rp 83,39 juta per ounce. Di awal sesi, harga logam mulia ini bahkan sempat terkoreksi hingga 1 persen. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman April melemah 1,5 persen ke level 4.972,90 dolar AS per ounce atau sekitar Rp 83,71 juta per ounce.

Faktor Geopolitik dan Penguatan Dolar AS

Penurunan harga ini dipicu oleh perkembangan situasi politik internasional yang mulai stabil. Presiden AS Donald Trump menyatakan keterlibatan secara tidak langsung dalam perundingan nuklir antara Iran dan AS di Jenewa. Di sisi lain, perwakilan Ukraina dan Rusia kembali bertemu untuk melanjutkan perundingan damai dengan mediasi Amerika Serikat.

Kepala Makro Global Tastylive, Ilya Spivak, menilai risiko geopolitik saat ini tidak berkembang terlalu jauh. “Risalah rapat FOMC dan beberapa wawasan mengenai pemikiran Federal Reserve mungkin akan menjadi indikator penting,” ujar Spivak. Indeks dolar AS yang naik 0,2 persen terhadap mata uang utama lainnya turut menekan harga emas karena menjadikannya lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Proyeksi Kebijakan Suku Bunga The Fed

Pasar kini menanti risalah rapat bank sentral AS untuk memprediksi waktu penurunan suku bunga. Berdasarkan data FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar memproyeksikan penurunan suku bunga pertama baru akan terjadi pada Juni mendatang. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung menguat saat suku bunga rendah karena biaya peluang memegangnya menjadi lebih kecil.

Advertisement

Spivak menambahkan bahwa kisaran harga tertinggi emas saat ini berada di sekitar 5.120 dolar AS. Namun, ia memprediksi target nyata berikutnya adalah kembali ke level 5.600 dolar AS atau menuju rekor tertinggi baru di masa mendatang.

Pergerakan Harga Komoditas Logam Lainnya

Koreksi harga pada perdagangan hari ini juga merambah ke komoditas logam mulia lainnya. Berikut adalah rincian harga logam spot lainnya:

Jenis LogamPersentase PenurunanHarga (Dolar AS/Ounce)Estimasi Harga (Rupiah)
Perak Spot1,6%75,33Rp 1,27 juta
Platinum1,3%2.014,08Rp 33,91 juta
Paladium2,3%1.685,48Rp 28,38 juta

Informasi lengkap mengenai pergerakan harga komoditas ini merujuk pada data pasar global dan pernyataan resmi analis yang dirilis pada Selasa, 17 Februari 2026.

Advertisement