Finansial

IHSG Anjlok 1,05 Persen ke 8.235: Mayoritas Saham dan Sektor Terkoreksi, Ini Rinciannya

Advertisement

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 86,97 poin atau 1,05 persen, mengakhiri sesi di level 8.235,26.

Pergerakan IHSG Sepanjang Hari

IHSG dibuka pada level 8.351,36, sedikit lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 8.322,23. Sepanjang hari, indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.358,96 dan terendah 8.139,82. Total volume perdagangan mencapai 54,16 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 28,07 triliun, serta frekuensi 3,102 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 14.743 triliun.

Mayoritas Saham dan Indeks Utama Terkoreksi

Pergerakan saham didominasi oleh zona merah, dengan 594 saham mengalami penurunan, 157 saham menguat, dan 207 saham stagnan. Sejumlah indeks utama juga turut ditutup melemah. Indeks LQ45 turun 5,18 poin atau 0,61 persen ke 837,89, sementara KOMPAS100 terkoreksi 11,60 poin atau 0,99 persen ke 1.157,75. IDX30 melemah 2,67 poin atau 0,60 persen ke 443,43.

Indeks syariah juga berada di zona merah. Jakarta Islamic Index (JII) turun 6,29 poin atau 1,08 persen ke 560,71. Jakarta Islamic Index 70 (JII70) melemah 2,63 poin atau 1,24 persen ke 209,38, dan Indonesia Syariah Stock Index (ISSI) terkoreksi 4,14 poin atau 1,40 persen ke 292,61.

Sektor Transportasi Pimpin Penurunan Pasar

Pelemahan IHSG sejalan dengan mayoritas sektor yang ditutup di zona merah. Sektor transportasi memimpin penurunan setelah terkoreksi 100,62 poin atau 4,54 persen ke 2.121,76. Sektor siklikal melemah 31,62 poin atau 2,58 persen ke 1.190,59, disusul sektor infrastruktur yang turun 55,87 poin atau 2,41 persen ke 2.264,89.

Sektor energi terkoreksi 90,84 poin atau 2,13 persen ke 4.169,35, dan sektor kesehatan melemah 41,02 poin atau 2,06 persen ke 1.949,44. Sektor properti turun 23,09 poin atau 2,10 persen ke 1.074,93, sementara sektor bahan baku terkoreksi 42,70 poin atau 1,73 persen ke 2.419,96. Sektor teknologi melemah 126,30 poin atau 1,46 persen ke 8.532,66, dan sektor industri turun 25,76 poin atau 1,26 persen ke 2.020,16. Sektor konsumer non-siklikal dan keuangan masing-masing melemah 1,33 persen dan 0,52 persen.

Dinamika Saham Kapitalisasi Besar

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, pergerakan harga terpantau bervariasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 25 poin atau 0,34 persen ke Rp 7.300. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 40 poin atau 0,89 persen ke Rp 4.460, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 20 poin atau 0,50 persen ke Rp 3.950. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) juga turun 40 poin atau 1,67 persen ke Rp 2.350. Sebaliknya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 25 poin atau 0,47 persen ke Rp 5.325, sementara PT Bank Permata Tbk (BNLI) melemah tipis 10 poin atau 0,25 persen ke Rp 4.060.

Advertisement

Pergerakan Saham Sektor Lainnya

Di sektor energi dan pertambangan, tekanan jual terlihat cukup kuat. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 70 poin atau 3,47 persen ke Rp 1.950. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melemah 250 poin atau 3,40 persen ke Rp 7.100, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 130 poin atau 2,91 persen ke Rp 4.330. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) terkoreksi 50 poin atau 2,11 persen ke Rp 2.320. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 20 poin atau 2,04 persen ke Rp 960. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 150 poin atau 1,06 persen ke Rp 14.025. Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 75 poin atau 0,96 persen ke Rp 7.850.

Dari sektor telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik 50 poin atau 1,39 persen ke Rp 3.650. Namun, PT Indosat Tbk (ISAT) turun 60 poin atau 2,52 persen ke Rp 2.320, dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melemah 275 poin atau 4,21 persen ke Rp 6.250.

Di sektor konsumer, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 20 poin atau 0,86 persen ke Rp 2.310. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) melemah 125 poin atau 1,56 persen ke Rp 7.900. Sebaliknya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menguat 150 poin atau 2,28 persen ke Rp 6.725.

Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turun 400 poin atau 4,04 persen ke Rp 9.500. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 45 poin atau 4,15 persen ke Rp 1.040, sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 25 poin atau 0,36 persen ke Rp 6.950. Adapun PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) ditutup stagnan masing-masing di level Rp 7.300 dan Rp 215.800 per saham.

Informasi lengkap mengenai pergerakan pasar modal ini disampaikan melalui data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis, 26 Februari 2026.

Advertisement