Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026. Indeks acuan tersebut anjlok 118,83 poin atau 1,44 persen, berada di level 8.116,66 hingga pukul 09.35 WIB, tertekan oleh sentimen geopolitik global.
Pergerakan IHSG dan Indeks Lainnya
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di posisi 8.092,90, sama dengan level penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi awal, indeks bergerak dalam rentang 8.039,51 hingga 8.132,09, menunjukkan tekanan jual yang dominan sejak pembukaan pasar.
Aktivitas transaksi terpantau ramai dengan volume perdagangan mencapai 14,55 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp 8,361 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.039.000 kali transaksi, dengan kapitalisasi pasar di kisaran Rp 14.532 triliun.
Komposisi saham menunjukkan 84 saham menguat, 659 saham melemah, dan 215 saham stagnan, mengindikasikan mayoritas saham berada di zona merah. Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas indeks utama lainnya.
- Indeks LQ45 turun 1,30 persen ke level 823,54.
- Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,69 persen ke 550,97.
- KOMPAS100 terkoreksi 1,27 persen ke posisi 1.141,66.
- Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 1,33 persen menjadi 288,99.
- IDX30 melemah 1,18 persen ke level 434,62.
- JII70 turun 0,53 persen ke posisi 207,66.
Sentimen Geopolitik Global Menekan Pasar
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa tekanan pasar dipicu oleh eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang turut menyeret Amerika Serikat. Ia memproyeksikan serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran masih akan berlanjut, meskipun Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan telah tewas.
Selain eskalasi militer, pasar juga mencemaskan stabilitas distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz. Kawasan Asia diketahui membeli lebih dari 80 persen minyak mentah yang diproduksi Timur Tengah, dengan sekitar 90 persen volumenya melewati jalur strategis tersebut.
Kekhawatiran ini tercermin dari kenaikan harga minyak global. Harga minyak Brent tercatat naik menjadi 72,87 dollar AS per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat ke 67,02 dollar AS per barel.
“Sejauh ini kenaikan masih relatif terkendali, namun tidak akan baik untuk jangka panjang. Beberapa proyeksi menyebut harga minyak berpotensi kembali ke 100 dollar AS per barel, yang tentu saja dapat memicu inflasi di kemudian hari,” ujar Nico dalam analisis hariannya.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi bergerak melemah dengan volatilitas tinggi pada perdagangan hari ini, dengan level support dan resistance di area 8.150-8.330.
Informasi lengkap mengenai pergerakan pasar dan analisis sentimen geopolitik ini disampaikan melalui pernyataan resmi Pilarmas Investindo Sekuritas yang dirilis pada Senin, 2 Maret 2026.
