Finansial

IHSG Anjlok 2,66 Persen ke Level 8.016 pada Perdagangan Senin, Sektor Siklikal Alami Tekanan Terdalam

Advertisement

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026. Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 218,66 poin atau setara 2,66 persen, mengakhiri sesi di level 8.016,83. Pelemahan ini turut menekan sektor siklikal yang mencatatkan penurunan terdalam.

Detail Pergerakan IHSG Sepanjang Hari

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka di level 8.092,90, lebih rendah dibandingkan penutupan sesi sebelumnya yang berada di angka 8.235,49. Sepanjang hari, indeks sempat menyentuh level tertinggi 8.133,69 sebelum akhirnya ditutup pada level terendah harian 8.016,83.

Total volume perdagangan saham mencapai 54,08 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,77 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3,605 juta kali, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 14.342 triliun.

Kinerja Indeks Utama Lainnya Turut Terkoreksi

Tidak hanya IHSG, sejumlah indeks utama lainnya juga mencatatkan pelemahan. Indeks LQ45 turun 21,87 poin atau 2,62 persen ke level 812,49. Sementara itu, KOMPAS100 melemah 31,30 poin atau 2,71 persen ke 1.125,01, dan IDX30 terkoreksi 10,82 poin atau 2,46 persen ke 429,00.

Indeks syariah juga tidak luput dari tekanan. Jakarta Islamic Index (JII) turun 11,84 poin atau 2,13 persen ke 542,98. Jakarta Islamic Index 70 (JII70) melemah 3,30 poin atau 1,58 persen ke 205,47, dan Indonesia Syariah Stock Index (ISSI) terkoreksi 6,72 poin atau 2,29 persen ke 286,16.

Sektor Siklikal Pimpin Penurunan, Mayoritas Sektor Lain Ikut Tertekan

Pelemahan IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor yang berada di zona merah. Sektor siklikal menjadi yang paling tertekan, mencatatkan penurunan terdalam sebesar 93,06 poin atau 7,60 persen, berakhir di level 1.131,77.

Advertisement

Sektor industri juga mengalami koreksi signifikan, turun 125,60 poin atau 5,95 persen ke 1.985,05. Disusul oleh sektor properti yang melemah 44,58 poin atau 4,14 persen ke 1.033,24, dan sektor infrastruktur terkoreksi 93,18 poin atau 4,13 persen ke 2.163,50.

Sektor teknologi turun 322,82 poin atau 3,77 persen ke 8.242,19, sementara sektor konsumer non-siklikal melemah 28,05 poin atau 3,58 persen ke 754,89. Sektor transportasi turun 58,27 poin atau 2,74 persen ke 2.069,68, sektor keuangan terkoreksi 39,57 poin atau 2,67 persen ke 1.441,04, dan sektor kesehatan melemah 41,99 poin atau 2,16 persen ke 1.904,43.

Sektor bahan baku juga mencatatkan penurunan 21,56 poin atau 0,87 persen ke 2.443,78.

Sektor Energi Jadi Satu-satunya yang Menguat

Di tengah tekanan pasar yang meluas, sektor energi menjadi satu-satunya yang berhasil mencatatkan penguatan. Sektor ini naik 64,54 poin atau 1,54 persen, mengakhiri perdagangan di level 4.244,90.

Informasi lengkap mengenai pergerakan pasar saham ini disampaikan berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Senin, 2 Maret 2026.

Advertisement