Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, dengan penguatan tipis. Pada pukul 09.03 WIB, indeks tercatat naik 1,93 poin atau 0,02 persen, mencapai level 8.324,16.
Pergerakan IHSG di Awal Perdagangan
Penguatan IHSG di sesi pagi ini didorong oleh kinerja positif mayoritas indeks sektoral. Sektor-sektor seperti teknologi, properti dan real estat, keuangan, energi, barang konsumen nonprimer, barang baku, serta perindustrian terpantau berada di zona hijau.
Total volume perdagangan saham pada awal hari mencapai 1,82 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,05 triliun. Data menunjukkan 245 saham menguat, 186 saham melemah, dan 233 saham stagnan. Meskipun dibuka menguat, IHSG sempat mengalami penurunan tipis sekitar 0,06 persen beberapa menit setelah pembukaan, sebelum kembali pulih.
Pergerakan ini melanjutkan tren positif setelah pada perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, IHSG ditutup naik tipis 0,5 persen ke level 8.322.
Proyeksi Analis dan Level Kritis
Analis teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan. Ia menargetkan indeks dapat mencapai area 8.440 hingga 8.503.
Namun, Herditya juga mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati potensi koreksi lanjutan. “Best case, apabila IHSG mampu bertahan di atas 8.170, maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.440–8.503. Waspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang 8.149–8.217,” jelas Herditya dalam analisis hariannya.
Lebih lanjut, Herditya menambahkan bahwa level 8.170 dan 8.025 menjadi area support penting. Sementara itu, level resistance terdekat yang perlu diperhatikan berada di 8.408 dan 8.596.
Informasi lengkap mengenai pergerakan IHSG dan analisis pasar ini disampaikan melalui data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pernyataan analis MNC Sekuritas yang dirilis pada Kamis, 26 Februari 2026.
