Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi I pada Jumat (27/2/2026) di zona merah. Indeks melemah 25,933 poin atau 0,31 persen, sehingga berada di level 8.209,329. Pergerakan IHSG terpantau fluktuatif sejak awal sesi dan sempat tertekan lebih dalam.
Pergerakan Fluktuatif IHSG Sepanjang Sesi I
IHSG dibuka pada posisi 8.235 pagi ini, kemudian menyentuh level tertinggi 8.235 dan terendah 8.093. Pelemahan ini menandai koreksi yang signifikan di tengah dinamika pasar.
Data Transaksi dan Kinerja Pasar
Berdasarkan data perdagangan, volume transaksi mencapai 26,489 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.505.039 kali. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 11,261 triliun. Sebanyak 239 saham menguat, 420 saham melemah, dan 156 saham stagnan.
Sektor dan Indeks Utama yang Terkoreksi
Tekanan terjadi pada sejumlah sektor dan saham berkapitalisasi besar. Tujuh indeks sektor berada di zona negatif, dengan sektor transportasi memimpin pelemahan sebesar 1,53 persen. Sektor keuangan turun 0,79 persen, infrastruktur 0,64 persen, properti 0,23 persen, energi 0,20 persen, kesehatan 0,14 persen, serta teknologi 0,09 persen.
Sejumlah indeks utama turut terkoreksi. Indeks LQ45 turun 0,65 persen ke 832,453. Jakarta Islamic Index melemah 0,74 persen ke 556,560. IDX30 terkoreksi 0,80 persen menjadi 439,890, sementara MNC36 turun 0,76 persen ke 343,693.
Sektor dan Saham yang Menguat
Di sisi lain, empat sektor mencatatkan penguatan. Sektor industri melonjak 3,34 persen, bahan baku menguat 0,68 persen, barang konsumen non-primer naik 0,67 persen, dan barang konsumen primer tumbuh 0,19 persen.
Dari indeks LQ45, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi 4,61 persen ke Rp 29.000. Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) melemah 2,6 persen ke Rp 6.550, dan saham PT Astra International Tbk (ASII) turun 1,86 persen ke Rp 6.600.
Adapun saham-saham dengan penurunan terdalam pada sesi I antara lain KAQI, BIPP, JAYA, MSKY, dan KOTA yang masing-masing terkoreksi dua digit secara persentase.
Informasi lengkap mengenai pergerakan IHSG ini disampaikan berdasarkan data perdagangan resmi pada penutupan sesi I Jumat, 27 Februari 2026.
