Finansial

IHSG Sesi Pertama Melemah 0,26 Persen, Analis Soroti Potensi Penguatan Lanjutan di Tengah Tekanan Jual

Advertisement

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, di zona merah. Indeks tercatat melemah 21,416 poin atau 0,26 persen, mengakhiri sesi di level 8.374,665.

Meski sempat dibuka menguat di posisi 8.428,050 dan menanjak hingga menyentuh angka tertinggi harian 8.437,089, tekanan jual yang meningkat tajam membuat IHSG berbalik arah. Indeks kemudian turun hingga menyentuh level 8.358,716 sebelum penutupan sesi.

Volume perdagangan tercatat mencapai 28,836 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 12,702 triliun, serta frekuensi 1.869.765 kali transaksi. Tekanan pasar juga terlihat dari breadth market yang negatif, di mana 417 saham melemah, berbanding 237 saham menguat, dan 162 saham stagnan.

Proyeksi Analis dan Level Kritis IHSG

Sebelumnya, IHSG diperkirakan akan menguat pada perdagangan Selasa ini, menyusul penutupan yang naik 1,5 persen ke posisi 8.396 pada perdagangan Senin kemarin.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan skenario terbaik akan terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas level support kunci 8.170.

Advertisement

Best case, apabila IHSG mampu bertahan di atas 8,170, maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.440-8.503,” ujar Herditya melalui analisa hariannya.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi terbatas. Dalam skenario pullback jangka pendek, IHSG berisiko terkoreksi ke area 8.257-8.343 sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya.

Level support indeks saat ini berada di 8.170 dan 8.025, sementara resistance terdekat terpantau di 8.408 dan 8.596.

Informasi mengenai pergerakan IHSG dan analisis pasar ini disampaikan berdasarkan data perdagangan dan proyeksi dari analis sekuritas yang dirilis pada Selasa, 24 Februari 2026.

Advertisement