Teknologi

Internxt Soroti Kebiasaan Pengguna Internet: 80 Persen Kebocoran Data Berawal dari Password Lemah

Keamanan password masih menjadi celah utama kejahatan siber yang mengancam data pribadi pengguna internet. Data terbaru dari Internxt mencatat, sekitar 80 persen kebocoran data terjadi akibat penggunaan password yang lemah, dicuri, atau didaur ulang. Ironisnya, sebagian besar pengguna menyadari risiko tersebut namun tetap mengabaikannya.

Ancaman Kebocoran Data Akibat Kebiasaan Pengguna

Kebiasaan pengguna internet dalam mengelola password menjadi pintu masuk utama bagi kejahatan siber. Meskipun 91 persen orang telah mengetahui risiko penggunaan password yang sama berulang kali, fakta menunjukkan bahwa hanya 12 persen pengguna internet yang secara konsisten memakai password unik untuk setiap akun mereka.

Enam dari sepuluh orang mengaku masih mendaur ulang password, sementara 21 persen di antaranya bahkan memasukkan tahun lahir ke dalam kombinasi password mereka. Kebiasaan berbagi password dengan orang lain juga masih sering terjadi, di mana hampir 40 persen pengguna mengakui pernah melakukannya. Kondisi ini diperparah dengan minimnya literasi keamanan digital; hanya separuh pengguna internet yang benar-benar memahami praktik keamanan password yang baik.

Akibatnya, pengguna yang tidak memanfaatkan password manager tercatat tiga kali lebih rentan mengalami pencurian identitas. Minimnya pemahaman ini membuat banyak orang merasa sudah cukup aman, padahal cara mereka melindungi akun masih jauh dari ideal.

Memahami Perbedaan Password dan Passphrase

Untuk meningkatkan keamanan akun, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara password dan passphrase. Password umumnya merupakan rangkaian karakter pendek, berkisar antara 6 hingga 16 karakter, yang terdiri dari huruf, angka, dan simbol. Keamanan password sangat bergantung pada kreativitas dan kedisiplinan pengguna, namun banyak yang memilih kombinasi mudah diingat seperti nama atau tanggal lahir.

Sebaliknya, passphrase biasanya jauh lebih panjang, terdiri dari beberapa kata acak, frasa, atau kalimat. Panjang karakter inilah yang menjadi kekuatan utama passphrase, membuatnya lebih sulit diretas oleh sistem peretasan berbasis brute-force atau kamus kata.

Contoh Passphrase Acak dan Alasannya Aman

Beberapa contoh passphrase acak yang dinilai aman antara lain:

  • Langit$Kopi7Hujan!Pagi
  • Buku!Laut92DaunTerbang
  • Motor#Senja4AwanBiru
  • Pohon$Api8LangkahTenang
  • Kursi!AnginMerah3Jalan

Passphrase tersebut aman karena panjangnya melebihi 16 karakter, mengombinasikan huruf besar-kecil, angka, dan simbol, serta tidak mengandung informasi pribadi atau membentuk kalimat populer yang mudah ditebak.

Daftar Password Paling Berbahaya yang Wajib Dihindari

Banyak akun diretas bukan karena sistemnya lemah, melainkan karena password yang digunakan terlalu umum dan mudah ditebak. Beberapa password yang paling sering digunakan dan paling mudah ditembus meliputi:

  • 123456
  • password
  • qwerty
  • 123456789
  • 111111

Segala variasi yang mirip dengan pola tersebut juga tergolong berisiko tinggi. Penggunaan kombinasi semacam ini sangat meningkatkan kemungkinan akun menjadi target serangan otomatis.

Password atau Passphrase: Mana yang Lebih Aman?

Dari sisi keamanan murni, passphrase unggul karena panjangnya. Uji coba menunjukkan bahwa password kompleks dengan 13 karakter masih bisa ditembus dalam hitungan puluhan tahun oleh komputer biasa. Sebaliknya, passphrase panjang dengan beberapa kata acak bisa membutuhkan ratusan tahun untuk dipecahkan.

Selain lebih aman, passphrase juga cenderung lebih mudah diingat karena menggunakan kata atau konsep yang familiar, bukan rangkaian simbol acak yang sulit dihafal. Namun, password yang panjang, unik, dan tidak mengandung pola umum tetap bisa aman, asalkan dibuat dan dikelola dengan benar.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing Metode

Berikut adalah perbandingan kelebihan dan kekurangan antara password dan passphrase:

Kelebihan Password:

  • Cepat dibuat dan mudah digunakan.
  • Didukung hampir semua layanan digital.
  • Praktis jika memakai password generator.

Kekurangan Password:

  • Rentan diretas jika terlalu pendek atau umum.
  • Sering dipakai ulang untuk banyak akun.
  • Mudah bocor akibat phishing atau kebocoran data.

Kelebihan Passphrase:

  • Jauh lebih sulit diretas.
  • Lebih mudah diingat jika disusun dengan baik.
  • Tahan terhadap serangan brute-force.

Kekurangan Passphrase:

  • Lebih panjang dan sedikit lebih repot diketik.
  • Tetap berisiko jika memakai frasa populer atau informasi pribadi.

Kesalahan Fatal dalam Pengelolaan Password yang Sering Terjadi

Baik menggunakan password maupun passphrase, ada beberapa kesalahan umum yang seharusnya dihindari untuk menjaga keamanan akun:

  • Menggunakan kombinasi umum atau kutipan terkenal.
  • Memakai informasi pribadi seperti nama atau tanggal lahir.
  • Tidak mengganti password selama berbulan-bulan.
  • Menulis password di tempat terbuka atau tidak aman.
  • Lupa logout di perangkat publik.

Langkah-Langkah Meningkatkan Keamanan Akun Digital

Untuk meningkatkan keamanan akun digital, beberapa langkah penting yang dapat dilakukan antara lain:

  • Gunakan password manager untuk mengelola semua password unik.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (MFA) sebagai lapisan keamanan tambahan.
  • Gunakan password unik untuk setiap akun yang berbeda.
  • Waspadai email dan tautan phishing yang mencurigakan.
  • Perbarui password secara berkala.

Alternatif Metode Keamanan Selain Password

Teknologi keamanan kini tidak lagi bergantung sepenuhnya pada password. Metode seperti biometrik (Face ID, sidik jari), magic link, hingga kode QR mulai banyak digunakan sebagai lapisan keamanan tambahan. Meskipun demikian, setiap metode tetap memiliki risiko jika pengguna lengah dalam pengelolaannya.

Informasi lengkap mengenai pentingnya keamanan password dan passphrase ini disampaikan melalui data dan analisis yang dirilis oleh Internxt serta ulasan dari Kompas.com.