Chelsea harus mengakui keunggulan rival sekota, Arsenal, dengan skor 1-2 dalam laga Derbi London pekan ke-28 Liga Inggris 2025-2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Emirates pada Minggu (1/3/2026) malam WIB tersebut menyisakan kekecewaan mendalam bagi pelatih The Blues, Liam Rosenior, terutama terkait gol-gol dari bola mati dan kartu merah yang diterima Joao Pedro.
Kekecewaan Liam Rosenior atas Kekalahan Beruntun
Kekalahan ini menandai kekalahan ketujuh Chelsea musim ini dan yang ketiga secara beruntun dari Arsenal. Rosenior secara terang-terangan mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap hasil pertandingan.
“Jelas terlihat di mana kekuatan kita, dan jelas juga apa yang perlu kita perbaiki,” kata Rosenior. “Sangat mengecewakan kebobolan dua gol dari bola mati, dan mengecewakan juga mendapat kartu merah lagi.”
Insiden Kartu Merah Joao Pedro
Kartu merah yang diterima Joao Pedro dinilai Rosenior sangat merugikan timnya, mengingat kontribusi sang pemain sebelum insiden tersebut. Pedro dianggap telah beberapa kali menebar ancaman serius ke pertahanan Arsenal.
“Ini mengecewakan bagi Pedro karena dia pemain yang sangat bagus. Sampai saat itu, dia telah menyebabkan banyak masalah bagi Arsenal,” ujar Rosenior.
Meskipun demikian, Rosenior juga menyoroti perlunya tanggung jawab lebih dalam pengambilan keputusan di lapangan.
“Sebagai sebuah tim, dan saya sebagai pemimpin, kami ingin lebih bertanggung jawab dalam beberapa pengambilan keputusan. Beberapa gol yang kami kebobolan tidak dapat diterima,” tegasnya.
Pelatih tersebut juga sempat menyinggung keputusan wasit yang dianggap “pelit” kartu terhadap pelanggaran berulang pada Joao Pedro. Namun, ia menolak menyalahkan wasit sebagai penyebab kekalahan.
“Ketidakpuasan adalah hal yang membuat frustrasi bagi pemain mana pun yang mendapatkan kartu kuning,” jelas Rosenior. “Saya rasa Joao Pedro dilanggar sekitar lima kali dalam 10 menit pertama dan tidak mendapatkan hukuman apa pun. Saya tidak menyalahkan wasit atas kekalahan kami, tetapi rasa frustrasi memang menumpuk.”
Desakan Peninjauan Aturan Sepak Pojok
Dua gol yang bersarang ke gawang Chelsea berasal dari situasi sepak pojok yang gagal diantisipasi. Rosenior merasa ada kejanggalan dalam skema tersebut dan mengklaim Chelsea dirugikan oleh aturan yang berlaku.
“Saya sedang mempelajari tentang skema ini. Skema sebenarnya tidak berubah sampai minggu ini, ini adalah sesuatu yang baru masuk ke dalam permainan dan merugikan kita,” ungkap mantan pelatih Strasbourg itu.
Rosenior menekankan bahwa sepak pojok seharusnya memiliki aturan yang jelas, terutama terkait aksi dorong-dorongan atau menahan pemain lawan di kotak penalti sebelum bola diumpankan.
“Ya. Karena ada aturannya. Banyak terjadi aksi saling menahan dan bergulat sebelum bola benar-benar diumpankan. Menahan tetaplah menahan, itu perlu ditinjau,” tegasnya, menyerukan agar aturan tersebut ditinjau lebih lanjut.
Informasi lengkap mengenai kekalahan Chelsea dan pernyataan pelatih Liam Rosenior disampaikan melalui wawancara pasca-pertandingan yang dirilis pada Minggu (1/3/2026) malam WIB.
