Sepak Bola

JDT Ungkap Kekhawatiran Peringkat Koefisien Malaysia, Desak Klub Lain Perkuat Diri di Asia

Advertisement

CEO Johor Darul Ta’zim (JDT), Luis Garcia, mendesak klub-klub Liga Malaysia untuk segera meningkatkan level permainan mereka. Hal ini krusial demi menjaga eksistensi dan daya saing di kompetisi Asia musim 2026-2027.

JDT saat ini menjadi satu-satunya wakil Malaysia yang masih bertahan di ajang AFC Champions League (ACL) Elite. Mereka bahkan berhasil melaju ke babak 16 besar dan dijadwalkan menghadapi Sanfrecce Hiroshima pada Rabu, 4 Maret 2026 mendatang.

Sorotan CEO JDT Terhadap Keterwakilan Malaysia di Asia

Luis Garcia mengungkapkan kekhawatirannya mengenai keterwakilan Malaysia di kompetisi Asia. Ia merasa JDT sendirian dalam mengumpulkan poin koefisien untuk Negeri Jiran, yang berpotensi menyebabkan penurunan peringkat.

Malaysia kini menempati peringkat ke-11 dalam koefisien kompetisi di Asia, unggul dari beberapa negara seperti Irak dan Yordania. Di kancah Asia Tenggara, Malaysia hanya kalah dari Thailand, namun unggul atas Singapura (14), Vietnam (15), dan Indonesia (18).

Performa JDT dan Tantangan Klub Lain

JDT menunjukkan performa yang cukup impresif di fase liga ACL Elite dengan menduduki peringkat keenam klasemen Grup A. Tim asuhan pelatih asal Spanyol, Xisco Munoz, ini bahkan mampu menahan imbang tim Liga Jepang, Machida Zelvia, dengan skor 0-0 dan menaklukkan Vissel Kobe 2-0.

Berbeda dengan JDT, Selangor yang berkompetisi di ACL League 2 gagal menunjukkan performa terbaik. Klub tersebut terdampar di posisi juru kunci Grup G, di bawah Persib Bandung, Bangkok United, dan Lion City Sailors.

Advertisement

Mekanisme Poin Koefisien dan Implikasi Regional

Garcia menyoroti bahwa perolehan poin Member Association (MA) dihitung dengan menjumlahkan poin yang didapat, kemudian dibagi dengan jumlah tim dari Malaysia yang berkompetisi di Asia. “Kami telah meraih lebih dari 70% poin, tetapi beberapa negara di Asia Timur sedang mengejar atau bahkan menjauh karena mereka memiliki lebih banyak tim yang berprestasi,” ungkap Garcia.

Ia juga mewaspadai Singapura dan Indonesia yang memiliki dua tim penyumbang poin, sementara Thailand dan Australia membawa beberapa tim untuk berkompetisi secara kolektif. “Cara itu telah menghambat peringkat MA kita. Kita seharusnya bisa bersaing dengan Australia dan China untuk mendapatkan lebih banyak tempat di Asia bagi tim-tim Malaysia,” tambahnya.

Seruan untuk Peningkatan Partisipasi

Melihat kondisi ini, Garcia menegaskan pentingnya partisipasi yang lebih kuat dari klub-klub Malaysia. “Kita membutuhkan partisipasi yang lebih kuat dari Malaysia di AFC Champions League Two untuk meningkatkan peringkat MA Malaysia,” imbuh Garcia.

Pernyataan ini menjadi seruan bagi seluruh klub di Malaysia untuk berinvestasi lebih serius dalam pengembangan tim demi meningkatkan daya saing di kancah regional dan kontinental.

Informasi lengkap mengenai isu ini disampaikan melalui pernyataan resmi CEO Johor Darul Ta’zim, Luis Garcia, yang dirilis melalui akun X resmi klub.

Advertisement