Tagihan listrik yang tiba-tiba melonjak seringkali menjadi kejutan tak menyenangkan bagi banyak rumah tangga. Kebutuhan pokok ini, yang tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, menuntut pembayaran rutin agar layanan tetap berjalan. Namun, tanpa disadari, sejumlah kebiasaan kecil di rumah justru menjadi pemicu utama membengkaknya konsumsi daya listrik.
Enam Kebiasaan Pemicu Tagihan Listrik Melonjak
1. Membiarkan Lampu Menyala di Ruangan Kosong
Salah satu kebiasaan yang sering terabaikan adalah membiarkan lampu terus menyala di ruangan yang tidak digunakan. Tindakan ini, terutama jika menggunakan lampu berdaya besar, hanya akan menambah beban listrik secara tidak perlu. Mematikan lampu saat tidak diperlukan tidak hanya berkontribusi pada penghematan energi, tetapi juga memperpanjang umur bohlam.
Bagi mereka yang sering bepergian, pemanfaatan sistem smart home dapat menjadi solusi efektif untuk mengatur pencahayaan dari jarak jauh melalui ponsel.
2. Tidak Mencabut Colokan Listrik Perangkat Elektronik
Perangkat elektronik yang tetap terhubung ke sumber listrik, meskipun tidak sedang digunakan, ternyata masih menyerap daya. Fenomena ini dikenal sebagai standby power atau daya siaga. Menurut akademisi teknik ketenagalistrikan di Institut Teknologi Bandung, konsumsi listrik tetap terjadi selama perangkat tersambung ke listrik.
Dalam beberapa kasus, daya siaga ini bahkan dapat menyumbang hingga 10 persen dari total konsumsi listrik rumah tangga setiap bulannya.
3. Membiarkan Pengisi Daya (Charger) Tetap Tertancap
Kebiasaan membiarkan pengisi daya ponsel atau laptop tetap terpasang di stop kontak, meskipun tidak sedang mengisi daya, juga berkontribusi pada pemakaian listrik. Meskipun dalam jumlah kecil, konsumsi daya ini tetap terjadi secara berkelanjutan.
Selain berpotensi boros listrik, kebiasaan ini juga dapat merusak komponen internal pengisi daya dan meningkatkan risiko kebakaran, terutama jika kualitas pengisi daya yang digunakan rendah.
4. Sering Membuka Pintu Kulkas Terlalu Lama
Setiap kali pintu kulkas dibuka terlalu lama, suhu di dalam perangkat akan meningkat. Kondisi ini memaksa kulkas untuk bekerja lebih keras dan mengonsumsi lebih banyak energi guna mengembalikan suhu ke tingkat normal. Suhu ideal untuk kulkas sendiri berkisar antara 1 hingga 3 derajat Celsius.
Penting juga untuk memastikan isi kulkas tidak terlalu penuh atau terlalu kosong agar sirkulasi udara di dalamnya tetap optimal dan efisiensi pendinginan terjaga.
5. Mengatur Suhu Pendingin Ruangan (AC) Terlalu Rendah
Pendingin ruangan (AC) merupakan salah satu perangkat elektronik dengan konsumsi listrik yang relatif tinggi. Mengatur suhu AC terlalu dingin akan membuat kompresor bekerja lebih keras dan terus-menerus, sehingga meningkatkan pemakaian daya. Suhu ideal AC yang direkomendasikan adalah sekitar 24 hingga 26 derajat Celsius.
Sebagai alternatif, penggunaan kipas angin dapat membantu menjaga kesejukan ruangan tanpa harus menambah beban listrik yang signifikan dari AC.
6. Menggunakan Perangkat Elektronik yang Sudah Tua
Peralatan elektronik yang sudah berusia lanjut umumnya memiliki efisiensi energi yang lebih rendah dibandingkan model terbaru. Hal ini berarti perangkat lama membutuhkan daya listrik yang lebih besar untuk menjalankan fungsi yang sama. Mesin cuci, AC, atau kulkas yang sudah uzur seringkali menjadi penyebab utama kenaikan tagihan listrik.
Meskipun penggantian perangkat lama dengan produk berlabel hemat energi memerlukan investasi awal, langkah ini terbukti efektif dalam menekan pengeluaran listrik dalam jangka panjang.
Langkah Sederhana untuk Menghemat Tagihan Listrik
Untuk menjaga konsumsi listrik tetap hemat dan terkendali, beberapa langkah kecil dapat diterapkan dalam keseharian:
- Matikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan.
- Cabut pengisi daya dan colokan listrik dari stop kontak setelah pemakaian.
- Prioritaskan penggunaan perangkat elektronik berlabel hemat energi.
- Atur suhu AC dan kulkas sesuai rekomendasi untuk efisiensi optimal.
- Rutin lakukan pengecekan kondisi instalasi listrik di rumah.
Dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan kecil ini, tagihan listrik bulanan dapat lebih terkendali tanpa harus mengorbankan kenyamanan aktivitas sehari-hari di rumah.
Informasi mengenai kebiasaan pemicu tagihan listrik melonjak ini dihimpun dari berbagai sumber edukasi energi dan pernyataan akademisi teknik ketenagalistrikan Institut Teknologi Bandung.
