Islami

Jelaskan Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah terhadap Penerbangan Umrah, KUH Jeddah Ambil Langkah Cepat

Advertisement

Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah telah menutup ruang udara mereka menyusul peningkatan situasi keamanan regional. Kebijakan ini berdampak langsung pada jadwal kedatangan dan keberangkatan penerbangan internasional, termasuk rute penting bagi perjalanan jemaah umrah Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah segera mengambil langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan, sekaligus memastikan kondisi di Arab Saudi tetap aman dan terkendali.

Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Penerbangan Internasional Terdampak

Penutupan ruang udara diberlakukan oleh Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah, mencakup penerbangan masuk maupun keluar wilayah masing-masing negara. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi keamanan kawasan yang memanas.

Sementara itu, Arab Saudi bersama Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan, namun dengan status waspada dan penyesuaian jadwal yang ketat. Operasional penerbangan di negara-negara ini terus dipantau dan disesuaikan mengikuti perkembangan situasi keamanan terkini.

Pemerintah Pastikan Kondisi Arab Saudi Aman dan Terkendali

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa situasi dan kondisi di wilayah Arab Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas umum masyarakat berjalan normal, meskipun dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Langkah-langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas serta memastikan kegiatan ibadah, termasuk pelaksanaan umrah, dapat terus berjalan sesuai ketentuan tanpa gangguan signifikan.

KUH Jeddah Bentuk Tim Darurat untuk Jemaah Umrah

Potensi jemaah umrah tertahan (stranded) di bandara akibat keterlambatan atau pembatalan penerbangan menjadi perhatian utama. KUH Jeddah bergerak cepat menyiapkan langkah antisipatif guna meminimalkan dampak bagi jemaah asal Indonesia.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, pada Sabtu (28/2/2026) di Jeddah, menyatakan, “KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji.”

Ia menambahkan, “Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jemaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan.” Tim-tim tersebut bertugas melakukan pendampingan langsung, membantu koordinasi dengan maskapai, serta memastikan kebutuhan jemaah yang terdampak tetap terpenuhi.

Advertisement

Koordinasi Intensif dengan Maskapai dan Travel

Selain membentuk tim di bandara, KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan maskapai penerbangan, travel penyelenggara umrah, serta syarikah atau mitra travel di Arab Saudi. Koordinasi ini bertujuan mencari solusi terbaik bagi jemaah yang tertunda kepulangannya akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.

Upaya ini merupakan bagian integral dari mitigasi dampak penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah terhadap kelancaran perjalanan umrah jemaah Indonesia.

Imbauan KBRI Riyadh untuk WNI di Arab Saudi

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi. WNI diminta untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika situasi keamanan kawasan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jemaah umrah Indonesia tetap terjaga.

WNI juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah terkait situasi keamanan serta kebijakan penerbangan di kawasan Timur Tengah.

Informasi mengenai langkah mitigasi dan situasi keamanan ini disampaikan melalui rilis resmi yang diterima KOMPAS.com pada Sabtu, 28 Februari 2026, dari Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah.

Advertisement