Julen Lopetegui akhirnya menjalani debutnya di Piala Dunia 2026 bersama Qatar setelah penantian panjang sejak pertama kali terlibat di turnamen itu pada 1994. Pelatih yang kini mendekati usia 60 tahun tersebut membawa Qatar lolos ke putaran final dan akan memulai kiprahnya di Grup B.
Lopetegui pertama kali hadir di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat sebagai kiper ketiga Spanyol, di belakang Andoni Zubizarreta dan Santiago Canizares. Saat itu, ia sama sekali tidak mendapat kesempatan bermain sepanjang turnamen.
Perjalanan Panjang menuju Debut Piala Dunia
Dua puluh empat tahun kemudian, Lopetegui kembali ke Piala Dunia 2018 sebagai pelatih Spanyol. Ia datang ke Rusia dengan catatan tidak terkalahkan selama dua tahun, tetapi dipecat sebelum laga pertama fase grup setelah menerima tawaran melatih Real Madrid.
“Itu hari paling menyedihkan dalam hidup saya,” ujar Lopetegui terkait pemecatan itu dalam wawancara dengan The Guardian.
Tanpa dirinya, Spanyol tidak mampu melangkah jauh di bawah Fernando Hierro. Tim itu kemudian tersingkir usai kalah dari Russia pada babak 16 besar.
Bawa Qatar Lolos dari Kualifikasi
Delapan tahun setelah kejadian tersebut, Lopetegui kembali ke Amerika Serikat dengan status berbeda. Ia kini menangani Qatar, tim yang ia latih sejak Mei 2025, setelah sebelumnya melatih empat klub berbeda selama hampir tujuh tahun.
Lopetegui datang ketika Qatar berada dalam ancaman gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Namun, ia berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke putaran final setelah Qatar menjadi juara grup pada ronde empat kualifikasi zona Asia.
Respons Lopetegui soal Masa Lalunya
Lopetegui menegaskan ia tidak menyesali peristiwa yang menimpanya pada 2018. Ia menyebut pengalaman itu justru menjadi pelajaran penting dalam hidupnya.
“Saya tidak pernah berhenti bekerja sejak (pemecatan) saat itu, Anda tidak pernah menoleh ke belakang, dan pengalaman itu membuat Anda lebih tangguh,” ujar Lopetegui.
“Anda juga belajar dari pengalaman itu. Tetapi jika Anda bertanya kepada saya: ‘Apakah Anda akan tetap melakukan hal yang sama?’ 100 persen. Kenapa? Karena kami selalu mengambil keputusan yang menurut kami benar dari posisi yang sangat menghormati tanggung jawab kami.”
Target Qatar di Grup B Piala Dunia 2026
Di Piala Dunia 2026, Lopetegui menyadari Qatar bukan unggulan. Di luar edisi 2022 saat menjadi tuan rumah, ini merupakan kali pertama Qatar lolos ke Piala Dunia lewat jalur kualifikasi.
Ia menilai lawan-lawan seperti Kanada, Swiss, dan Bosnia-Herzegovina mungkin senang berada satu grup dengan Qatar. Meski demikian, ia menegaskan timnya tidak datang hanya untuk menjalani tiga pertandingan lalu tersingkir.
“Saat Anda pergi ke Piala Dunia, Anda bisa berpikir: ‘Astaga, ini sukses besar.’ Dan memang ini sukses besar, tetapi Anda tak bisa cuma terpaku ke sana,” ujar Lopetegui.
“Anda tidak bisa berpikir: ‘Sudah selesai.’ Tidak. Tidak mungkin. Itu sebuah kesalahan. Jadi sekarang kami harus ‘mengasah tombak’ kami dan bersaing.”
“Qatar merayakan kelolosan ke sini sebagai sesuatu yang unik dan memang demikian. Tetapi seperti yang dikatakan José Mota (komedian Spanyol): Kami bisa pergi, tetapi pergi hanya untuk sekadar pergi itu bodoh. Kami pergi ke Piala Dunia untuk bersaing. Kami memiliki hak untuk mencoba (berjuang),” jelasnya.
Jadwal Qatar di Piala Dunia 2026
Qatar tergabung di Grup B pada Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi Swiss pada Minggu (14/6) pukul 02.00 WIB di Santa Clara, kemudian melawan Kanada di Vancouver pada Jumat (19/6) pukul 05.00 WIB.
Pada laga terakhir fase grup, Qatar dijadwalkan menghadapi Bosnia-Herzegovina pada Kamis (25/6) pukul 02.00 WIB di Seattle. Turnamen ini menjadi momen debut Lopetegui di Piala Dunia sebagai pelatih yang benar-benar memimpin tim di lapangan.
