Jutaan Pengikut Tertipu: Investigasi Ungkap Biksu Yang Mun Adalah Karakter AI Canggih
Sosok biksu Yang Mun yang dikenal dengan nasihat bijak dan jutaan pengikut di Instagram kini terungkap sebagai karakter buatan kecerdasan buatan (AI). Penipuan digital berskala besar ini dibongkar setelah investigasi mendalam, mengejutkan banyak pihak termasuk para pesohor yang menjadi pengikutnya.
Fenomena Biksu Yang Mun di Media Sosial
Akun media sosial Yang Mun, @yangmunus dan @itsyangmuns, berhasil mengumpulkan masing-masing 2,5 juta dan 1,1 juta pengikut. Karakter biksu tua berwajah oriental ini kerap tampil duduk di berbagai sudut vihara, menyampaikan nasihat bijaksana mengenai permasalahan hidup dan kesehatan mental. Ucapannya yang dianggap mengena di hati membuat banyak seniman, novelis, pekerja kreatif, hingga politisi turut menjadi penggemarnya.
Terbongkarnya Identitas di Balik Layar
Kebenaran di balik sosok Yang Mun akhirnya dibongkar oleh Mitch Clark, seorang selebgram yang dikenal dengan konten investigasi hoaks di akun @mitchckofficial. Clark secara tegas menyatakan bahwa Yang Mun tidak nyata, melainkan karakter AI yang diciptakan oleh seorang pria Israel bernama Shalev Hani. Menurut Clark, Hani membuat karakter ini dengan tujuan untuk menjual e-book dan kursus spiritual, di mana semua skrip yang digunakan juga merupakan hasil buatan AI.
Konfirmasi Teknologi AI dan Modus Penipuan
Kepalsuan biksu Yang Mun juga diberitakan oleh Eurovision News pada Jumat, 23 Januari 2026. Konten video Yang Mun yang diuji menggunakan detektor AI dari Google, SynthID, mengonfirmasi bahwa hasilnya merupakan buatan Google AI Studio atau Veo. Penelusuran Eurovision News lebih lanjut mengungkap bahwa situs web Yang Mun yang terhubung dengan akun media sosialnya menjual buku-buku filosofi hidup seharga USD 11-50, dengan isi buku, rilis pers, hingga testimoninya juga sepenuhnya dibuat oleh AI. Investigasi ini, serupa dengan temuan Mitch Clark, mengarah pada Shalev Hani sebagai digital creator dan AI storyteller di balik proyek tersebut. Saat dikonfirmasi, Shalev Hani menolak berkomentar, menyatakan, “Saya bukan orang yang tepat untuk berkomentar mengenai Yang Mun dan tidak ingin berdiskusi dengan media.”
Informasi lebih lanjut mengenai fenomena penipuan digital berbasis AI ini serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan dapat ditemukan melalui laporan investigasi Mitch Clark dan Eurovision News.